GOSIPGARUT.ID — Rehabilitasi ruang kelas SDN 1 Cisewu, Desa/Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang dibiayai oleh dana alokasi khusus (DAK) pendidikan tahun 2019, sudah berjalan sepekan. Melibatkan tenaga pekerja sebanyak enam orang, yang semuanya adalah para orangtua siswa.
“Kebetulan banyak orangtua siswa di SDN 1 Cisewu yang punya keahlian di bidang bangunan. Selama ini, keahliannya itu banyak digunakan oleh masyarakat Cisewu maupun luar Cisewu. Jadi soal kualitas hasil rehabilitasi dua ruang sekolah ini tidak diragukan lagi. Saya sangat percaya akan hasil kerja mereka,” ujar Kepala SDN 1 Cisewu, Daryana, Sabtu (13/7/2019).
Didampingi Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Kecamatan Cisewu, Agus Rajab, Kepala SDN 1 Cisewu menambahkan, keenam orangtua siswa yang jadi ahli bangunan itu bukan sedang tidak punya job (pekerjaan) ketika mereka ditawari untuk merehab ruang kelas sekolahnya. Tetapi, karena demi sekolah anak-anaknya tercinta, mereka sengaja menunda pekerjaan di tempat lain.
“Bukan soal ongkos kerjanya di sini yang lebih besar,” tandas Agus Rajab. Sebab kalau soal besaran upah kerja sudah menjadi standar sesuai dengan pagu yang tertuang dalam rencana anggaran biaya proyek. Tetapi yang menjadikan mereka memilih bekerja di SDN 1 Cisewu, karena mereka menganggap merehab ruang sekolah itu lebih penting.
Dibenarkan oleh ketua pekerja yang sedang menjalankan pekerjaan rehabilitasi ruang kelas SDN 1 Cisewu, Ade. Bahwa mereka lebih tertarik mengerjakan pekerjaan tersebut karena kecintaannya terhadap SDN 1 Cisewu, di mana tempat menuntut ilmu anak-anaknya. Selain itu, jarak dari rumah mereka ke sekolah cukup dekat.
“Kebanyakan para pekerja ini rumahnya tidak jauh dari lokasi SDN 1 Cisewu. Adapun masalah besaran ongkos kerja standar lah. Kalau bekerja di tempat lain pun, kami selalu dibayar segitu,” terang Ade tanpa menyebut berapa nominal ongkos kerja yang ia terima dari pihak SDN 1 Cisewu.
Kelebihan lain yang menyebabkan Ade dan teman-temannya lebih kerasan bekerja di SDN 1 Cisewu karena sikap kepala sekolahnya yang baik dan bersahabat. Selama bekerja di sana, ia mengaku nyaman dan hangat, sehingga semua pekerja selalu semangat dalam bekerja.
“Saya menargetkan dalam sebulan pun pekerjaan ini akan rampung. Saya akan berusaha agar kualitas bangunan terjamin baik, sesuai yang diharapkan pemerintah,” ujar dia. (Fj/Gun)



.png)











