Budaya

Kepala Disdik Garut Bantah Ada Praktik Pungli kepada Guru CPNS

×

Kepala Disdik Garut Bantah Ada Praktik Pungli kepada Guru CPNS

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang melakukan penelusuran di lapangan membantah adanya pungutan liar (pungli) kepada sejumlah guru CPNS di Kecamatan Cikelet seperti yang sudah ramai diberitakan di beberapa media massa.

“Tidak ada seperti yang diberitakan itu, kalau bentuknya syukuran tapi tidak dikoordinir itu silakan, yang salah justru kalau dikoordinir,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut Totong kepada wartawan, Selasa (18/6/2019).

Ia menuturkan, Disdik Garut telah mendapatkan laporan dugaan pungutan liar itu, kemudian menelusurinya hingga menyimpulkan tidak ada iuran ilegal menimpa guru yang baru lolos masuk calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Baca Juga:   Pandemi Corona, Dua Guru di Garut Selatan Mengajar Berkeliling ke Rumah Siswa

Hasil pengakuan pihak terkait, kata Totong, pungutan itu untuk kegiatan syukuran, namun jika ada paksaan atau merugikan pihak lain maka akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

“Bentuknya itu bukan pungli, hanya bentuk syukuran saja, apapun praktiknya kalau merugikan akan ditindak,” ujar dia.

Totong menyampaikan, Disdik Garut selama ini tidak memerintahkan melakukan praktik pungutan tersebut, bahkan seluruh pegawai di lingkungan Disdik diinstruksikan tidak melakukan pemungutan yang melanggar aturan.

Baca Juga:   Siswa SMKN 1 Garut Raih Juara 1 Lomba Film Pendek Se-Jawa Barat

“Disdik telah mengeluarkan surat edaran agar tak ada iuran ilegal di lingkungan pendidikan, kenapa juga harus minta kan kita sudah digaji negara,” katanya.

Totong mengatakan, seluruh pegawai negara telah mengetahui aturan dan kewajibannya apabila menemukan praktik pungutan liar untuk segera melaporkannya.

Namun jajaran Disdik Garut juga, kata dia, terus menyampaikan berbagai informasi tentang aturan sekaligus memberikan pembinaan kepada guru agar meningkatkan kinerjanya untuk mencerdaskan anak bangsa.

Baca Juga:   Faktor Usia dan Ditimpa Bencana Alam, 543 Kelas SD di Garut Rusak

“Saat ini para PNS (guru) harus berpikir untuk memajukan pendidikan di Garut,” ujar Totong. (Ant/Yus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *