oleh

Enam Pencuri Ranmor di Garut Dihadiahi Tembakan “Timah Panas”

GOSIPGARUT.ID — Enam orang dari komplotan pencuri kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Garut terpaksa didor alias dihadiahi tembakan “timah panas”, karena saat hendak ditangkap mereka melawan petugas.

“Saat hendak diamankan petugas di sekitar wilayah SOR Kherkof Jalan Merdeka, mereka berontak dan melawan, Terpaksa petugas bertindak secara terukur kepolisian,” ujar Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, kepada wartawan, Sabtu (06/04/2019).

Menurut dia, komplotan asal Garut ini dalam menjalankan aksinya memiliki peran berbeda.

Baca Juga:   Ribuan Botol Miras Berbagai Merk Dimusnahkan Polisi Garut

“Mereka dalam operasinya berbagi peran. Ada yang memantau situasi, ada yang mengelabui suasana, dan yang mengeksekusi. Untuk targetnya kendaraan yang kira-kira bisa cepat dinyalakan,” jelas Kapolres.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna (kiri) saat ekpose penangkapan komplotan pencuri ranmor di Mapolres Garut. (Foto: Yuyus YS/GosipGarut)

Ia mengatakan, barang bukti yang diamankan dari para tersangka yang biasa beroperasi di wilayah Kecamatan Garutkota, Tarogongkidul, Tarogongkaler, dan Karangpawitan itu, berupa 10 sepeda motor berbagai merk, dua buah handphone, beberapa anak kunci T.

Baca Juga:   Polres Garut Prioritaskan Pengamanan Jalur Objek Wisata

Ditambahkan Kapolres, kendaraan hasil curian komplotan tersebut, ada yang dijual ke wilayah Tasikmalaya dan Garut Selatan, serta ada pula yang dipakai sendiri.

“Terhadap para pelaku ini, akan dikenakan pasal 363, junto pasal 65 KUHP dengan ancaman huluman masing-masing 5 tahun penjara,” tegas Budi.

Ia menerangkan, dari komplotan pelaku curanmor ini, masih ada daftar pencarian orang sebanyak lima orang. Mereka sudah menjalankan operasinya dari tahun 2016, namun barang bukti yang diamankan ini merupakan laporan dari tahun 2017 sampai dengan 2019.

Baca Juga:   Pencuri Asal Garut Ini Cukup Lihai, Selama Tujuh Bulan Gasak 80 Motor

“Selurulunya ada 26 laporan polisi. Yang sedang kita tangani 15 laporan, sisanya masih on progres, kaitan dengan pelaku yang sedang kita selidiki,” kata Budi. (Yuyus)

Komentar

Berita Terkait