GOSIPGARUT.ID — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut memberikan santunan bagi 1.500 guru honorer di kabupaten ini dengan total bantuan sebesar Rp500 juta.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung Rabu (27/11/2019) di aula Gedung PGRI Jalan Pasundan, Garut Kota. Bantuan diberikan oleh Ketua Baznas Garut kepada 42 koordinator wilayah (korwil) dan ketua PGRI Kecamatan.
Menyaksikan penyerahan bantuan tersebut adalah sejumlah guru honorer se-Kabupaten Garut, para
pengurus PGRI, Fagar, dan unsur Baznas.
Ketua PGRI Mahdar Suhendar dan Ketua Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar) Garut Cecep Kurniadi, memberikan apresiasi kepada Baznas Garut yang telah memberikan santunan kepada 1.500 guru honorer SD dan SMP.
“Kami sebagai pengurus PGRI Garut apresiasi kepada Baznas yang telah membantu para guru honorer. Kami merasa bersyukur ke Hadirat Alloh Yang Maha Rohman atas nikmat-Nya. Kami juga ucapkan terima kasih kepada Baznas yang sudah mampu memberi bantuan,” kata Mahdar seusai acara penyerahan
santunan.
Ia menuturkan, santunan tersebut akan dibagikan ke 1.500 orang guru honorer baik SD maupun SMP dengan nilai Rp300 ribu per orang. “Semoga bermanfaat dan barokah,” harap Mahdar.
Sementara kepada guru yang belum menerima atau belum kebagian saat ini, ketua PGRI juga berharap agar bersabar, karena Baznas juga berjanji awal tahun depan di momen Hari Jadi Garut akan memberikan santunan serupa.
Senada diungkapkan Ketua Fagar,Cecep Kurnaedi. “Bagi mereka yang memang belum terakomodir oleh APBD karena terkena beberapa
peryaratan dalam mendapatkan Surat Perintah (SP), dan juga yang belum menerima santunan dari Baznas mohon bersabar,” ujarnya.
Cecep juga berharap, mudah-mudahan pemberian tersebut tidak hanya dalam momen hari guru atau HUT PGRI saja tetapi ada bentuk rutinitas setiap tahunnya sehingga kesejahteraan guru honorer bisa bertambah. Ia menuturkan, saat ini jumlah tenaga guru honorer SD dan SMP di kisaran 8.000 hingga 10.000 an, yang tersebar di 42 Kecamatan.
“Apapun alasannya, mereka tetap berharap dapat diangkat menjadi guru PNS atau PPPK Dengan honor yang layak dan manusiawi,” ucap Cecep.
Terpisah, Ketua Baznas Garut, Rd. Aas Kosasih mengatakan, pihaknya telah merencanakan semua guru honorer akan mendapatkan santunan. Hanya saja, pemberian itu akan dilakukan secara bertahap karena disesuaikan dengan ketersediaan dana yang ada.
“Insya Alloh, kami akan terus memberikan santunan kepada guru honorer hingga semuanya kebagian. Bisa saja setahun dua kali atau tri wulan sekali. Artinya bisa saja santunan itu di Hari Jadi Garut, bulan Februari tahun depan, di bulan Mei saat memperingati Hari Pendidikan Nasional,” ujar dia. (Yuyus)



.png)















