GOSIPGARUT.ID — Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah (1 September 2019) di Kabupaten Garut tampaknya akan lebih semarak dibanding tahun sebelumnya. Sebab, Bupati Rudy Gunawan menginstruksikan semua ASN (aparatur sipil negara) untuk berperan aktif menyukseskan perhelatan tersebut.
“Saya minta seluruh ASN, Dinas Pendidikan, dan suluruhnya menyemarakkan tahun baru Islam,” kata Rudy, Senin (26/8/2019), saat memberikan amanat kepada peserta apel bersamaan dengan Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemkab Garut.
Peringatan tahun baru Islam di Kabupaten Garut biasanya hanya diperingati di pondok-pondok pesantren dengan melakukan pagelaran seni Islami. Ada juga yang berkeliling kota Garut dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat sambil membaca sholawat yang diiringi rebana atau bedug. Tradisi tersebut memang sudah biasa dilakukan oleh umat islam di Garut,
“Tahun ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut akan mengemas perayaan Tahun Baru Islam dengan lebih semarak, dalam bentuk Festival Tahun Baru Islam 1 Muharam 1441 H,” Ujar Kepala Disparbud, Budi Gan Gan, usai mempimpin rapat persiapan Festival Baru Islam, di Ruang Rapat Setda, baru-baru ini.
Menurut dia, Festival Tahun Baru Islam ini bertujuan selain meningkatkan ukhuwah Islamiyah khususnya di Kabupaten Garut, juga dalam upaya mewujudkan sinergitas akselarasi pemajuan kebudayaan untuk kekuatan ekonomi nasional.
Dengan festival ini, tambah Budi, dapat mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Garut di tingkat nasional maupun internasional. “Disamping melestarikan seni budaya tradisional, festival ini diharapkanb dapat mendorong kreativitas seniman dan budayawan serta para pelaku usaha ekonomi kreatif untuk melakukan inovasi sebuah karya yang mempunyai daya saing yang tinggi,” katanya.
Festival Tahun Baru Islam di Kabupaten Garut, merupakan bentuk kolaborasi bersama antara Pemerintah Kabupaten Garut (Disparbud selaku Penyelenggara) bekerjasama dengan MUI Kabupaten Garut, DKM Masjid Agung, organisasi Islam dan pondok pesantren di wilayah Kabupaten Garut, serta Balain Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan akan disemarakkan dengan beberapa event, seperti lomba marawis, lomba pidato dan tahfiz Al-Qur’an, pameran dan bazar, lomba pawai obor, pergelaran seni gemyung muaharam, sini rudat Godong Karangpawitan, dan seni terbang beluk Margawati.
Kemydian seni rampak bedug, seni terbang sejak Dukuh, pemutaraan film, tabligh akbar dengan menghadirkan da’i Jawa Barat, Prof. Dr. KH. Miftah Faridl dan puncaknya dusuguhkan pergelaran wayang golek. ***



.png)











