Kesehatan

SUN & NUT, Cara Klinik Darul Arqam Garut Mengubah Sunat Menjadi Misi Keberanian Anak

×

SUN & NUT, Cara Klinik Darul Arqam Garut Mengubah Sunat Menjadi Misi Keberanian Anak

Sebarkan artikel ini
SUN and NUT layanan sunat dari Klinik Darul Arqom Muhammadiyah Garut.

GOSIPGARUT.ID — Sunat tak selalu harus menjadi pengalaman yang menakutkan bagi anak. Klinik Darul Arqam Muhammadiyah Garut menghadirkan SUN & NUT — Jagoan Sunat, layanan sunat modern yang memadukan teknologi medis dengan pendekatan ramah anak.

Layanan di bawah naungan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut itu dirancang untuk mengubah persepsi anak terhadap sunat. Tindakan medis dikemas sebagai sebuah “misi keberanian”. Anak tidak ditempatkan sebagai pasien yang sedang menghadapi prosedur menakutkan, melainkan sebagai jagoan yang menyelesaikan sebuah tantangan.

Kepala Klinik Darul Arqam, dr. Sakinah Ginna R., M.M., mengatakan pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih humanis.

“Dua karakter ini mewakili pendekatan kami kepada anak. Kami ingin menenangkan ketika anak merasa takut, sekaligus menguatkannya untuk berani melewati proses sunat,” ujar Sakinah, Kamis, 10 September 2026.

Nama SUN & NUT memiliki filosofi tersendiri. SUN atau matahari menggambarkan cahaya, kehangatan, dan semangat Muhammadiyah. Karakternya dibuat tenang, lembut, dan penuh harapan. Adapun NUT atau benih menggambarkan anak sebagai individu yang sedang tumbuh dalam lingkungan positif. Karakter ini ditampilkan tangguh dan percaya diri.

Baca Juga:   Klinik Berkah Sehat di Cisewu Jadi Pilihan Warga, Rawat Inap hingga Dokter Jaga 24 Jam

Konsep tersebut diterapkan melalui dekorasi bertema maskot dan narasi “Misi Jagoan Sunat”. Suasana ruang dibuat lebih bersahabat agar perhatian anak tidak sepenuhnya tertuju pada prosedur medis.

Dari sisi medis, SUN & NUT menggunakan teknik sunat modern estetik dengan teknologi sealer. Metode ini ditujukan untuk membantu mengontrol perdarahan, mengurangi rasa tidak nyaman, mempermudah perawatan luka, dan menghasilkan luka yang lebih rapi.

Namun, klinik menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas. Setiap anak menjalani asesmen pra-sunat oleh tim dokter. Anak dengan kondisi khusus, seperti obesitas, penyulit anatomi, atau anak berkebutuhan khusus, mendapatkan pendekatan individual.

“Tim medis akan menyesuaikan pola komunikasi, sensitivitas sensorik, hingga memutuskan rujukan jika memerlukan penanganan di fasilitas kesehatan yang lebih tinggi,” kata Sakinah.

Prosedur juga mencakup pencegahan infeksi, penggunaan instrumen steril atau sekali pakai, serta pemantauan kondisi anak setelah tindakan.

Layanan ini diperkuat tiga dokter, yakni dr. Rissa Salim Gustianeau, dr. Alfi Liani Sakinah, dan dr. Pupu Syaeful Mufti. Ketiganya telah mengikuti Private Course – Workshop Modern Circumcision Update 2026. Mereka didampingi asisten perawat terlatih Noih Farni, Amd.Kep dan Santi Fitriawati, Amd.Kep.

Baca Juga:   Kasus TBC di Jabar Masih Tinggi, Penyebabnya Gegara Penderita Enggan Lakukan Ini

Pendampingan berlanjut setelah sunat. Orang tua mendapat edukasi mengenai perawatan luka, penggunaan obat dan spray jagoan, serta akses konsultasi selama masa pemulihan.

Sejak soft launching, lebih dari 85 anak telah mengikuti layanan tersebut. Klinik mengklaim mendapat tanggapan positif dari orang tua, terutama terkait keramahan petugas, kebersihan tempat, dan suasana yang mampu mengurangi kecemasan anak.

Ny. Resha, ibu Mahen, salah satunya. Ia mengatakan anaknya sempat grogi sebelum tindakan, tetapi menjadi lebih tenang setelah berinteraksi dengan dokter.

“Alhamdulillah, pelayanan di SUN & NUT Klinik Darul Arqam sangat memuaskan. Tempatnya nyaman, bersih, dan dokternya sangat ramah serta telaten mendekati anak. Mahen yang awalnya sempat grogi, jadi jauh lebih tenang selama tindakan,” ujar Resha.

Pengalaman serupa disampaikan Fuzi Aulia, orang tua Emyr Raka Nuala. Menurut dia, pendekatan tim medis membuat anaknya yang semula takut justru tetap ceria selama proses berlangsung.

“Dokternya ramah, tempatnya bersih dan nyaman. Anak saya yang tadinya merasa takut, pas di dalam ternyata malah ceria dan tidak menangis sama sekali,” tutur Fuzi.

Baca Juga:   Puskesmas Cipanas Garut Gencar Sosialisasi Penanganan Penularan Covid-19

Emyr, yang berusia empat tahun, bahkan menyampaikan kesannya setelah menjalani tindakan. “Gak sakit sama sekali, rasanya senang!”

Klinik Darul Arqam kini menyiapkan pengembangan SUN & NUT sebagai pusat layanan sunat anak yang lebih komprehensif. Kepala Klinik Darul Arqam bersama PIC Program, dr. Reza Armansyah S., juga menyiapkan perluasan kolaborasi dengan sekolah, pesantren, organisasi Muhammadiyah–’Aisyiyah, dan program sosial kemasyarakatan.

Merek SUN & NUT saat ini sedang dalam proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Ke depan, kami berencana memperluas kolaborasi dengan jaringan sekolah, pesantren, organisasi Muhammadiyah–’Aisyiyah, serta program sosial kemasyarakatan agar manfaat layanan ini dapat dirasakan lebih luas,” kata Sakinah.

SUN & NUT pada akhirnya menawarkan gagasan sederhana: sunat bukan semata prosedur medis. Bagi anak, pengalaman itu bisa dikemas menjadi pencapaian—sebuah misi yang berhasil diselesaikan tanpa harus meninggalkan ketakutan. (Yan AS)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *