GOSIPGARUT.ID — Warga Kampung Kebon Kembang, RT 05/05, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, memasang spanduk berisi larangan praktik tuyul sebagai respons atas maraknya kasus kehilangan uang secara misterius di lingkungan mereka.
Spanduk bertuliskan “Kepada pemilik tuyul untuk tidak beraksi di daerah kami” itu dipasang di pinggir jalan kampung dan langsung menyita perhatian warga.
Ketua RT 05, Ade Dedi Ruhyadi (63), mengatakan langkah tersebut diambil setelah banyaknya laporan warga yang kehilangan uang tanpa jejak. Ia menyebut, kejadian itu bahkan terjadi berulang dalam satu hari.
“Laporan dari warga cukup banyak. Ada yang kehilangan sampai tiga kali dalam sehari, pagi, siang, dan malam. Katanya, kejadian lebih sering terjadi pada malam Jumat dan malam Selasa,” ujar Ade, Minggu (19/4/2026).
Menurut dia, nominal uang yang hilang bervariasi, mulai dari jumlah kecil hingga puluhan juta rupiah. Namun, tidak semua korban melaporkan secara terbuka karena merasa enggan atau malu.
“Ada juga yang kehilangan sampai puluhan juta. Tapi kemungkinan jumlah sebenarnya lebih banyak dari yang dilaporkan,” kata Ade.
Upaya penelusuran telah dilakukan warga, salah satunya dengan memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik. Namun, hasil rekaman tidak menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan.
“Sudah dicek lewat CCTV, tapi tidak terlihat apa-apa. Itu yang membuat warga makin resah,” ucapnya.
Meski isu yang berkembang mengarah pada hal mistis, Ade mengaku tidak sepenuhnya mempercayai hal tersebut. Namun, tingginya frekuensi kejadian membuat warga sepakat mengambil langkah simbolis melalui pemasangan spanduk.
“Secara pribadi saya kurang percaya tahayul. Tapi karena kejadian berulang dan meresahkan, ya kita coba langkah ini. Harapannya, kalau memang ada pelaku, bisa berhenti,” ujarnya.
Menariknya, sejak spanduk dipasang, sejumlah warga mengaku tidak lagi mengalami kehilangan uang, terutama pada waktu-waktu yang sebelumnya dianggap rawan. Meski demikian, pihak RT masih akan melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi tersebut.
Di sisi lain, warga kini mulai meningkatkan kewaspadaan. Sebagian memilih menyimpan uang di tempat yang lebih aman, termasuk di perbankan, guna menghindari kejadian serupa.
Ade berharap keresahan yang sempat melanda warga dapat segera berakhir dan tidak terulang kembali.
“Yang sudah terjadi kita anggap selesai. Ke depan mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian seperti ini. Warga sudah cukup resah,” pungkasnya. (IK)



.png)




























