Berita

Wabup Putri Karlina Pertanyakan Kinerja Super Apps SaGarut, Singgung Opsi Penghentian Anggaran

×

Wabup Putri Karlina Pertanyakan Kinerja Super Apps SaGarut, Singgung Opsi Penghentian Anggaran

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Garut Putri Karlina.

GOSIPGARUT.ID — Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja aplikasi “Garut Hebat Super Apps” atau SaGarut yang dinilai belum menunjukkan hasil optimal. Dalam pernyataan melalui unggahan video, ia bahkan menyinggung kemungkinan penghentian anggaran jika aplikasi tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Putri menegaskan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah harus selektif dalam menentukan program prioritas, termasuk dalam pengembangan layanan digital.

“Di masa efisiensi ini memang tidak bisa semua tergarap. Tapi kita bisa memilih prioritas, mana yang mau dihidupkan,” ujar Putri.

Baca Juga:   Didukung Parpol Pengusung Prabowo-Gibran, Syakur-Putri Pastikan Kebijakan Selaras dengan Pemerintah Pusat

Ia mempertanyakan peran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dalam mengelola dan mengembangkan aplikasi tersebut. Menurut Putri, anggaran yang digelontorkan harus sebanding dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Ia menegaskan, dukungannya terhadap program Super Apps bukan dilandasi kepentingan proyek, melainkan pada capaian nyata. Putri mengaku tidak ingin sekadar menjalankan program tanpa hasil yang jelas.

“Kalau tidak serius, tidak usah dikeluarkan anggarannya. Terminasi saja,” tegasnya.

Putri juga menyoroti belum adanya laporan yang jelas terkait jumlah dan penanganan keluhan masyarakat yang masuk melalui aplikasi tersebut. Padahal, salah satu tujuan utama pengembangan aplikasi adalah untuk mempermudah layanan publik, termasuk pengaduan warga.

Baca Juga:   Kampanye Cawabup Putri Karlina di Garut Selatan, Tim Tamu Kalah Telak oleh Tuan Rumah dalam Pertandingan Volly

“Saya ingin tahu, berapa yang ke-handle dari keluhan itu. Karena pada akhirnya, keluhan tetap masuk ke saya,” katanya.

Putri menilai, jika aplikasi tidak berfungsi optimal, maka keberadaannya patut dipertanyakan. Ia bahkan mengaku belum berani mempromosikan aplikasi tersebut karena merasa performanya belum maksimal.

“Kalau tidak jalan di aplikasinya, buat apa dipromosikan?” ujar Putri.

Selain itu, ia juga menyinggung lambatnya pengembangan fitur, termasuk integrasi layanan di sektor pariwisata. Menurut Putri, digitalisasi seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan pelayanan publik, bukan sekadar proyek tanpa hasil.

Baca Juga:   Helmi Budiman: Tingkat Pendidikan yang Rendah Sebabkan Kemiskinan di Garut

“Kalau progresnya lambat, menganggarkan tapi tidak jadi produk, buat apa?” ucapnya.

Putri meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera memberikan penjelasan mengenai capaian, pengelolaan, serta arah pengembangan aplikasi SaGarut. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran daerah, agar setiap program benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *