GOSIPGARUT.ID — Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut terkait pola komunikasi publik yang dinilai tidak efektif.
Kritik tersebut disampaikan Putri melalui sebuah unggahan video di media sosial TikTok yang dipantau GOSIPGARUT.ID pada Jumat (17/4/2026). Ia menyoroti minimnya respons instansi pemerintah terhadap keluhan masyarakat di dunia maya.
Putri mengungkapkan bahwa selama ini akun-akun resmi milik SKPD maupun Kominfo Garut kurang peka terhadap algoritma media sosial dan kebutuhan informasi warga. Menurutnya, jarang sekali ditemukan akun instansi yang hadir untuk mengadvokasi atau menjawab keluhan masyarakat secara langsung.
”Pernah enggak dari sekian keluhan masyarakat, satu saja akun SKPD yang muncul mengadvokasi? Di Instagram saya saja, tidak ada satu pun akun SKPD yang mengadvokasi. Artinya, peran Kominfo ini tidak ada,” ujar Putri dalam video tersebut.
Ia merasa selama ini beban untuk berinteraksi dan menjawab keresahan netizen lebih banyak bertumpu pada dirinya secara pribadi, padahal sudah ada dinas yang memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) di bidang tersebut.
Selain masalah komunikasi digital, Putri juga mengkritik kebijakan pengadaan media informasi fisik seperti majalah dan buku kaleidoskop dalam jumlah besar. Ia menilai publikasi dalam bentuk cetak sebanyak ratusan eksemplar sudah tidak relevan dan cenderung membuang anggaran.
”Bagi saya itu pemborosan! Mau dikirim ke siapa? Malu mengirimnya juga. Masalahnya, pembangunan di Garut-nya juga belum achieve (tercapai). Kalau anggaran itu bisa dicoret di tahun depan, jangan ada!” tegasnya.
Putri meminta agar pola komunikasi pemerintah segera berubah dari gaya klasik menuju cara yang lebih modern dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia berharap anggaran yang selama ini dialokasikan untuk album kepemimpinan atau publikasi fisik dialihkan untuk program lain yang lebih bermanfaat bagi warga Garut.
”Kita yang harus berubah, melihat market-nya seperti apa, melihat cara kerjanya pemerintah dengan keadaan masyarakat hari ini,” pungkas Putri. ***



.png)





