GOSIPGARUT.ID — Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Mandiri Perluasan di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, disinyalir masih bermasalah. Agen (e-warung) yang menjadi mitra Bank Mandiri masih banyak yang tidak memiliki kios sehingga hanya buka satu bulan sekali saat penyaluran BPNT.
Pelanggaran lain dilakukan agen dengan menggesek kartu keluarga sejahtera (KKS) milik kelompok penerima manfaat (KPM) pada malam hari.
Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Cibatu bernama Bambang mengungkapkan, masih ada agen BPNT yang melakukan penggesekan KKS pada malam hari. Padahal penggesekan KKS milik KPM digesek dan harus langsung ditukar dengan sembako.
“Pelanggaran tetap saja ada, jika saja pihak bank yang bertanggung jawab terhadap agen bisa memberikan pengawasan secara maksimal dan bisa memberikan sangsi tegas kepada agen yang melakukan pelanggaran, penyaluran BPNT bisa lebih baik dan tidak menjadi ajang bancakan,” ujar dia.
Bambang menambahkan, bukti penggesekan KKS di luar jam operasional bisa dilihat dari print out rekening koran. Dari data tersebut bisa dilihat transaksi dilakukan jam berapa. Logikanya, jika tidak ada bancakan, kenapa penggesekan dilakukan secara sembunyi-sembunyi?
Pihak Bank Mandiri KCP Limbangan saat hendak dikonfirmasi, Kamis (13/8/2020) hanya memberikan nomor handphone pendamping program BPNT Kecamatan Cibatu. Sementara pendamping program, Oki, saat dikonfirmasi melaui pesan WhastApp, hingga berita ini ditulis, belum menjawab. (Respati)



.png)











