GOSIPGARUT.ID — Dugaan makanan basi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, memicu keluhan dari orangtua siswa. Peristiwa ini terjadi setelah menu yang dibagikan kepada siswa SDN Bojong 3, Desa Bojong, disebut mengeluarkan bau tidak sedap.
Keluhan muncul pada Senin (6/4/2026), saat sejumlah orangtua mendapati makanan yang dibawa pulang anak-anak mereka tidak layak konsumsi. Menu MBG saat itu terdiri dari nasi, daging ayam, tempe, sayuran, dan pisang.
“Saya sampai pusing ketika membuka menu MBG. Begitu dibuka langsung keluar bau tidak sedap,” ujar salah seorang orangtua siswa, Rabu (8/4/2026).
Menindaklanjuti keluhan tersebut, seorang pria yang mengaku sebagai ahli gizi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Sawahpojok mendatangi SDN Bojong 3 pada Rabu. Dalam pertemuan dengan pihak sekolah dan orangtua siswa, ia menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
Pihak SPPG mengakui adanya kendala dalam operasional, termasuk padatnya aktivitas di dapur yang berdampak pada keterlambatan komunikasi dengan sekolah.
“Jika kami terlambat merespons, kami mohon dimaklumi. Aktivitas di dapur cukup padat, bahkan waktu istirahat sangat terbatas,” ujar perwakilan SPPG dalam pertemuan tersebut.
Ia menegaskan, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan kualitas layanan dan pengawasan makanan dapat ditingkatkan. Pihaknya juga berkomitmen untuk lebih aktif turun ke sekolah guna memastikan distribusi dan pemahaman menu berjalan baik.
Di sisi lain, pihak sekolah menilai perlu adanya komunikasi yang lebih intens antara SPPG dan sekolah, terutama terkait edukasi kandungan gizi kepada siswa.
“Kalau ada kunjungan rutin dari ahli gizi untuk menjelaskan menu dan kandungan gizinya, tentu akan lebih membantu kami dan siswa,” ujar perwakilan sekolah.
Pihak sekolah juga mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka menunggu kehadiran perwakilan SPPG untuk berdiskusi secara langsung, mengingat komunikasi tidak langsung dinilai kurang efektif. ***



.png)















