GOSIPGARUT.ID — Persyarikatan Muhammadiyah di Kabupaten Garut tengah menyiapkan langkah besar dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat. Momen Milad Muhammadiyah ke-113 dijadikan titik awal untuk membangun kolaborasi lebih erat dengan pemerintah daerah sekaligus memperluas kontribusi mereka dalam sektor kesehatan.
Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PD Muhammadiyah Garut, Yodi Sirodjudin, menegaskan bahwa Muhammadiyah ingin memastikan akses kesehatan yang merata bagi seluruh warga Garut. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah menjadi kunci agar pemerataan layanan kesehatan bisa benar-benar terwujud.
“Kami juga warga Muhammadiyah membutuhkan akses kesehatan. Harapan kami, layanan kesehatan dapat merata bagi seluruh masyarakat Garut,” ujar Yodi dalam Dialog Kesehatan Milad Muhammadiyah ke-113 di Gedung Muhammadiyah Garut, Sabtu (15/11/2025).
Sebagai bentuk kepedulian, MPKU menggelar cek kesehatan gratis, dialog kesehatan, serta donor darah. Agenda tersebut disambut antusias warga Muhammadiyah maupun masyarakat umum. Yodi menyebutkan, pihaknya menargetkan donasi 113 labu darah sebagai simbol Milad ke-113, namun melihat tingginya partisipasi, jumlah itu diprediksi bisa mencapai 200 labu.
Di hari yang sama, PD Aisyiyah mengadakan kegiatan serupa di City Mall Garut, memperluas jangkauan layanan kesehatan kepada masyarakat umum.
“Donor darah ini bentuk tanggung jawab kemanusiaan. Banyak kasus darurat, seperti ibu melahirkan yang mengalami pendarahan, bisa selamat jika stok darah memadai,” kata Yodi.
Di balik antusiasme tersebut, Yodi mengakui Muhammadiyah Garut masih menghadapi tantangan besar: belum adanya Rumah Sakit Muhammadiyah di wilayah itu. Padahal kebutuhan layanan kesehatan di Garut masih sangat tinggi.
“Rasio tempat tidur perawatan dengan jumlah penduduk masih jauh. Garut membutuhkan tambah lebih dari 1.000 tempat tidur. Ini menjadi tugas berat MPKU untuk mewujudkan RS Muhammadiyah Garut,” tegasnya.
PDM Garut Prioritaskan Pendirian RS Muhammadiyah, Lokasi Sudah Disiapkan
Ketua PDM Garut, Dr Agus Rahmat Nugraha, memastikan pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah menjadi prioritas organisasi agar Muhammadiyah dapat memberi pelayanan kesehatan yang maksimal.
Pihaknya telah membentuk kepanitiaan, menjalin kerja sama dengan sejumlah puskesmas dan klinik, serta menuntaskan syarat administratif pendirian rumah sakit.
“Kami sudah bekerja sama dengan tiga sampai empat klinik di luar Muhammadiyah. Mudah-mudahan tahun depan sudah ada langkah nyata pendiriannya,” tutur Agus.
Saat ini, PDM Garut tengah mempertimbangkan dua alternatif lokasi pendirian rumah sakit, yaitu Garut Utara atau Garut Selatan, agar pemerataan layanan kesehatan benar-benar tercapai.
Dengan langkah-langkah itu, Muhammadiyah Garut berharap bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor kesehatan sekaligus menghadirkan layanan yang lebih dekat dan terjangkau bagi masyarakat. (Yuyus)



.png)








