Berita

Warga Mengeluh, Sampah yang Mengepung Kota Garut Menebar Bau Busuk

×

Warga Mengeluh, Sampah yang Mengepung Kota Garut Menebar Bau Busuk

Sebarkan artikel ini
Tumpukan sapah yang ada di sejumlah tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di berbagai titik di Kabupaten Garut, menebarkan bau busuk. (Foto: Yuyus YS/GosipGarut)

GOSIPGARUT.ID — Volume sampah yang semakin besar di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di berbagai titik di Kabupaten Garut, mulai menebar bau busuk yang sangat menyengat.

Termasuk TPS di depan Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 5 Kampung Sukadana, Jalan Bratayuda. Warga pun mengeluh, mereka khawatir bau busuk ini akan mengganggu kesehatan.

“Waduh baunya sudah pasti mengganggu kegiatan belajar mengajar. Apalagi anak-anak dalam kondisi puasa, bisa saja mengganggu kesehatan mereka,” ujar Adin (40), orang tua murid yang biasa mengantar anaknya sekolah.

Baca Juga:   Jalan Rusak ke TPA Sebabkan Sampah di Garut Tidak Bisa Diangkut

Selain dikhawatirkan mengganggu proses belajar mengajar volume sampah yang makin membesar akibat lama tak diangkut petugas, juga mennganggu arus lalulintas, karena tumpah ke badan jalan.

Menurur warga Sukadana, Dadang (52), sampah di TPS depan SD Muhammadiyah itu sudah lima hari tak diangkut. “Aya lima dintenan mah teu diangkutna teh,” ujarnya.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, didampingi Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Peetamanan (DLHKP) Kabupaten Garut, Guriansyah, menyampaikan permohonan maafnya atas keterlambatan penganggkutan sampah dari TPS ke tempat pembuangan akhir (TPA) Pasirbajing.

Baca Juga:   Warga Mengeluh Jembatan Bambu Cilamo tak Kunjung Diperbaiki

“Keterlambatan itu tidak hanya di sana (depan SD Muhammadiyah 5), tapi hampir di semua TPA, karena kan akses jalan ke TPA Pasirbajing sulit akibat jalan yang rusak. Sudah kita perbaiki dengan dikasih sirtu (pasir dan batu), tapi memang belum maksimal, karena untuk perbaikannya masih proses lelang,” ungkap Wabup.

Selain akses jalan ke TPA Pasirbajing yang rusak, keterlambatan pengangkutan sampah juga diakibatkan gagalnya proses lelang 30 unit kendaraan angkut truk di DLHKP. “Sementara kita menerima bantuan tiga unit kendaraan pengangkut sampah dari Dinas PUPR untuk mengangkut sampah,” terang Sekretaris DLHKP, Guriansyah.

Baca Juga:   HDII Professional Connections 2025, Buka Puasa Bersama Mitra Industri, Turut Disukseskan oleh MLV Teknologi

Ia menambahkan, proses pengangkutan sampah akan bisa berjalan normal kembali dalam dua, atau tiga bulan ke depan menunggu proses perbaikan jalan masuk TPA Pasirbajing. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *