Berita

Pegawai Disdik Garut Mengeluh Depan Kantornya Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah

×

Pegawai Disdik Garut Mengeluh Depan Kantornya Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah

Sebarkan artikel ini
Sampah menumpuk di depan kantor Disdik Garut Jalan Pembangunan. (Foto: Dindin Herdiana)

GOSIPGARUT.ID — Pegawai Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut mengeluh lantaran depan kantornya Jalan Pembangunan dijadikan tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Mereka pun berharap Dinas Lingkungan Hidup (LH) segera memindahkan TPS tersebut ke lokasi lain, yang jauh dari komplek perkantoran.

“Setiap hari saya lihat tumpukan sampah di depan kantor Disdik. Apalagi setiap ahir pekan, tumpukan sampah bertambah dan lambat untuk diangkut. Kami tak rela kalau depan kantor Disdik dijadikan TPS. Apalagi sampah tersebut selain menimbulkan bau tak sedap juga tak enak dipandang,” kata Rahmat salah seorang pegawai Disdik, Senin (25/3/2019).

Menurut dia, tumpukan sampah dalam kantung plastik itu berceceran di sembarang tempat, bahkan ada di antaranya yang “ngagunduk” di taman pembatas jalan.

Baca Juga:   Polda Jabar Bongkar Jaringan Penyebar Konten Provokatif Demo Bandung, 12 Orang Jadi Tersangka

“Kalau petugas telat mengangkutnya sampah tersebut bau, dan berserakan karena diacak hewan liar seperti anjing,” ujar Dadan warga Jalan Pembangunan mengamini keterangan Rahmat.

Tumpukan sampah itu, ternyata bukan hanya dapat ditemukan di depan Kantor Disdik saja, melainkan hal yang sama juga terlihat di sepanjang Jalan Pembangunan dari
mulai depan RSU dr. Slamet hingga beberapa meter ke komplek tempat kerja Bupati Garut.

Baca Juga:   Pacu Inklusi Keuangan Digital di Indonesia, Bank Raya Kembali Hadirkan Pesta Raya

Menanggapi masalah sampah itu dan upaya penanganannya, Bupati Garut Rudy Gunawan berencana akan membeli 10 unit kendaraan khusus untuk mengangkut sampah yang akan dilakukan pada tahun ini. Pemkab juga akan bekerjasama dengan negara Korea Selatan dalam penanganan sampah.

Ia menyebutkan, untuk menindaklanjuti kerjasama dengan Pemerintah Korsel tersebut, pihaknya juga akan menambah lahan di Tempat Pembuangan Ahir (TPA) Pasirbajing. Karena jika kerjasama itu berjalan lancar akan mendapatkan keuntungan melalui tenaga listrik yang dihasilan dari pengelolaan sampah tersebut.

Baca Juga:   Jalan Rusak ke TPA Sebabkan Sampah di Garut Tidak Bisa Diangkut

“Tahun ini Pemkab akan membeli 10 unit kendaraan. Tahun ini juga akan bekerjasama dengan negara Korea. Nantinya dari pengelolaan sampah ini akan menghasilkan tenaga listrik dan bisa dijual ke PLN. Selanjutnya dari PLN dijual ke masyarakat,” kata bupati. (Dindin Herdiana)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *