Berita

Dari Bau Busuk Jadi Taman Estetik, Camat Pamulihan Ubah TPS Menjadi Ruang Hijau

×

Dari Bau Busuk Jadi Taman Estetik, Camat Pamulihan Ubah TPS Menjadi Ruang Hijau

Sebarkan artikel ini
Camat Pamulihan, H.Robiul Awaludin menunjukkan tempat memilah sampah kantor di Kecamatan Pamulihan berharap hal tersebut bisa ditiru disetiap kantor desa, lingkungan dan sekolah. (Foto: Ai Karnengsih)

GOSIPGARUT.ID — Dari lokasi kumuh penuh bau busuk menjadi taman asri dengan bunga warna-warni. Inilah wajah baru lahan belakang Kantor Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, yang semula menjadi tempat pembuangan sampah, kini disulap menjadi ruang hijau yang nyaman dan estetik.

Taman tersebut berdiri tepat di depan musala kantor camat. Dahulu, area ini identik dengan tumpukan sampah dan kerubungan lalat. Kini, suasananya bersih, rapi, dan menjadi tempat favorit pegawai untuk beristirahat.

“Sebelum dibuat taman, tempat ini dipakai menampung sampah kantor. Masalahnya, masyarakat yang lewat ikut membuang sampah rumah tangga bahkan pampers, plastik, dan lain-lain. Jadinya kotor dan bau,” kata Camat Pamulihan, H. Robiul Awaludin, kepada GOSIPGARUT.ID, Senin (24/8/2025).

Baca Juga:   Lima Anak Korban Seks Menyimpang di Garut Ditangani LPKS

Perubahan ini tak hanya soal estetika. Robiul menunjukkan lokasi pengolahan sampah kantor yang kini lebih terkelola. Sampah dipilah sesuai jenisnya: sampah organik seperti sisa makanan diolah menjadi pupuk cair dalam galon bekas, sementara sampah non-organik ditampung untuk didaur ulang. Adapun sampah residu yang tak bisa dimanfaatkan, dibakar di tempat khusus dengan cerobong asap agar tidak mencemari udara.

Baca Juga:   Menciptakan Generasi Muda yang Berkualitas: BINUS University dan PT. NITORI Memberikan Apresiasi Beasiswa Kepada Mahasiswa Japanese Popular Culture BINUS University

Robiul menyebut inovasi ini lahir dari keprihatinan atas kebiasaan lama yang tak ramah lingkungan. “Kami ingin menginspirasi desa, sekolah, dan RW agar ikut memilah sampah. Ciptakan tempat sampah khusus, itu langkah awal,” ujarnya.

Ia menegaskan, kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. “Kalau ada kemauan dan tanggung jawab dari individu hingga pemangku kebijakan, saya optimis persoalan sampah bisa diselesaikan. Mulai dari rumah, sekolah, sampai kantor,” pungkasnya.

Baca Juga:   Dua Hari Menghilang, Kakek di Limbangan Ternyata Sudah Jadi Mayat di Kamar Kontrakannya

Kini, halaman belakang kantor tak lagi menjadi sumber bau tak sedap, melainkan ruang hijau yang jadi simbol perubahan budaya bersih di Kecamatan Pamulihan. (Ai Karnengsih)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *