GOSIPGARUT.ID — Era pasar bebas saat ini mengharuskan semua pihak mampu memanfaatkan peluang yang ada. Tidak hanya sebagai pekerja, namun berwirausaha menjadi pilihan terbaik untuk bisa meraup pundi-pundi materi.
Termasuk bagi para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sebagai siswa siap kerja, mereka diharuskan memiliki keahlian dalam bidang marketing. Oleh karena itu, pendidikan sejak di bangku sekolah perlu dimatangkan agar para siswa ini bisa beradaptasi di dunia kerja atau usaha nanti.
Sejumlah siswa di SMKN 1 Garut coba membuka pasar di sekolah. Mereka antusias memasarkan dagangannya yang terdiri dari kuliner, fashion, kerajinan dan lain sebagainya.
“Kita coba formulasikan materi pelajaran yang di sekolah untuk diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari anak-anak. Ini kelas tiga dalam ujian mata pelajaran kewirausahaan. Mereka dituntut untuk memasarkan produk mereka (5-10 orang per kelompok), dengan modal sama rata Rp 500 ribu. Siapa yang cepat laku dengan untung yang bagus itu mendapat apresiasi bagus,” kata Kepala SMKN 1 Garut, Dadang Johar Arifin, kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).
Para siswa kelas 12 mulai menjajakan produknya dari pukul 08.00 – 12.00 WIB. Sementara itu, siswa kelas 10 dan 11 nampak antusias untuk membeli produk yang dijajakan kakak kelasnya.
“Selain menggiring mereka untuk memiliki jiwa usaha, kegiatan ini untuk mempertajam insting mereka dalam strategi pemasaran. Anak SMK itu diharapkan bisa mengimplementasikan di dunia kerja, diantaranya sebagai marketing atau pelaku usaha,” sambung Dadang.
Dari 120 stand yang ada, mereka ada yang mendapatkan keuntungan lebih dari 50 persen. Modal dan hasil dari usaha para siswa akan kembali dinikmati oleh siswa.
“Modal awalnya dari siswa, hasilnya buat siswa lagi. Sekolah memfasilitasi tempat saja,” kata Dadang. (Yuyus YS)



.png)











