Kesehatan

Kasus HIV/AIDS di Garut Kian Memprihatinkan, Terus Bertambah dan Menyebar ke Seluruh Kecamatan

×

Kasus HIV/AIDS di Garut Kian Memprihatinkan, Terus Bertambah dan Menyebar ke Seluruh Kecamatan

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- HIV/AIDS.

GOSIPGARUT.ID — Perkembangan kasus penularan HIV/AIDS di Kabupaten Garut menunjukkan kondisi memprihatinkan. Temuan kasus HIV/AIDS di daerah ini terus bertambah dari tahun ke tahun dengan sebaran meluas meliputi hampir seluruh kecamatan yang ada.

Data Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kabupaten Garut menunjukkan, hingga Juni 2023 ada sebanyak 1.074 penduduk terinfeksi HIV AIDS di Garut. Jumlah tersebut melonjak tajam dibandingkan pada 2020 yang tercatat mencapai sebanyak 760 orang.

Pada Stakeholder Meeting Program “Indonesia HIV Response: Eliminating the AIDS Epidemic in Indonesia by 2030-The Global Fund Tahun 2023” di Fave Hotel, Kamis 14 September 2023, jumlah penduduk Garut terinfeksi HIV AIDS merujuk data dari Dinas Kesehatan Garut lebih banyak lagi, mencapai 1.389 orang.

Koordinator Sub-sub Recipient (SSR)/Direktur Eksekutif PKBI Cabang Garut Denden Supresiana menuturkan, dari 1.074 orang terinfeksi HIV AIDS di Garut itu sebanyak 579 orang di antaranya terinfeksi AIDS, dan 495 orang terinfeksi HIV. Sebanyak 181 orang terinfeksi HIV AIDS di antaranya meninggal dunia.

Baca Juga:   Potensi Garut Terabaikan: Ketergantungan 60 Persen PAD pada Orang Sakit, Sebuah Ironi Pembangunan

Tren peningkatan temuan kasus penularan HIV/AIDS di Garut didominasi populasi kunci/faktor kalangan pelaku Seks Laki Seks (LSL) mencapai 438 orang, terdiri 181 AIDS dan 257 HIV.

Dua faktor dominan lainnya berupa 189 kasus IDU’s/Penasun maupun jarum suntik narkoba meliputi 135 terinfeksi AIDS dan 54 HIV, serta 210 pasangan resiko tinggi (resti) perempuan terdiri 114 AIDS dan 96 HIV).

Disusul faktor resiko HRM (pria resti) terinsfeksi 143 (88 AIDS dan 55 HIV), pasangan resti laki-laki 42 (23 AIDS dan 19 HIV), waria terinsfeksi 24 (15 AIDS dan sembilan HIV), 21 prinatal/anak (16 AIDS dan lima HIV), lima terinsfeksi AIDS tak teridentifikasi, dan dua wanita pekerja seks (WPS) terinsfeksi AIDS.

Baca Juga:   20 Tokoh Agama Milenial di Garut Diberdayakan untuk Pencegahan Stunting

Selain jumlah temuan bertambah, sebaran kasus HIV AIDS juga meluas meliputi 41 dari 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut. Kasus terbanyak ditemukan di kawasan perkotaan.

Di Kecamatan Garut Kota mencapai sebanyak 255 orang (118 AIDS dan 97 HIV), disusul Tarogong Kidul sebanyak 118 kasus (70 AIDS dan 48 HIV), Karangpawitan sebanyak 64 kasus (36 AIDS serta 29 HIV) Tarogong Kaler sebanyak 64 kasus (34 AIDS dan 30 HIV), dan Cilawu sebanyak 42 kasus (22 AIDS dan 20 HIV).

Baca Juga:   Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025, Jumlah Kendaraan yang Melintasi Garut Meningkat 2,11 Persen

Mereka yang terinfeksi HIV AIDS itu didominasi laki-laki sebanyak 777 orang terdiri 412 orang terinfeksi AIDS dan 365 orang terinfeksi HIV). Sedangkan perempuan terinfeksi HIV-AIDS mencapai 297 orang terdiri 167 orang terinfeksi AIDS dan 130 orang terinfeksi HIV.

Usia mereka beragam, mulai berusia kurang satu tahun hingga berumur 60 tahun lebih. Namun dominan berusia produktif berkisar 25 tahun hingga 39 tahun.

Mereka yang menjalani terapi dengan obat Antiretrovial (ARV) agar virus menjadi mengumpet atau tidur mencapai sebanyak 670 orang, dengan estimasi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) dari Kementerian Kesehatan pada 2020 sebanyak 1.681 orang. (IK)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *