GOSIPGARUT.ID — Penyuluh Pertanian Swadaya asal Kecamatan Wanaraja yang memiliki prestasi tingkat nasional lewat pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati, Sopian, menyambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Luhur Alwasilah di Jalan Raya Cipanas Baru, Desa Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.
Kedatangan Ketua Gapoktan Tunas Tani pada Selasa (30/5/2023) tersebut untuk memberikan masukan tentang pemeliharaan pohon dan tanaman yang ada di Kompleks Pesantren Luhur Al-Wasilah yang juga lokasi SMPIT Wasilah Intelegensia.
SMPIT Wasilah Intelegensia adalah sekolah menengah pertama yang berwawasan lingkungan di mana siswa bisa belajar tentang tanaman organik, hidroponik, peternakan dan perikanan. Tidak heran jika lingkungan sekolah dan pesantren sangat sejuk karena dikelilingi berbagai tanaman dan pepohonan, salah satunya pohon yang berasal dari Papua yaitu pohon matoa.
“Saya merasa bangga bisa datang memenuhi undangan Pimpinan Pondok Pesantren Luhur Al-Wasilah untuk memberikan masukan tentang pemeliharaan dan pemberian nutrisi bagi tanaman dan pohon yang di Al-Wasilah,” ujar Sopian.
Ia dibuat takjub melihat banyaknya tanaman yang ada di lingkungan pondok pesantren tersebut. Salah satunya pohon kawung (aren) yang memiliki tangan di bawah, padahal biasanya tangan pohon aren itu ada di atas.
“Takjub semua jenis tanaman ada di sini, ada pohon durian yang berkualitas tinggi dan baru kali ini melihat pohon aren tangannya ada di bawah. Jarang sekali pohon aren tangannya ada di bawah,” kata Sopian.
Pimpinan Pondok Pesantren Luhur Al-Wasilah KH.Thontowi Djauhari Musaddad, MA menyebut jika semua pohon dan tanaman yang ada di kompleks pesantren dan SMPIT selain memberikan manfaat untuk dikonsumsi, juga bisa dijadikan sarana pembelajaran bagi para santri dan siswa.
“Selain memberikan manfaat untuk dikonsumsi juga bisa dijadikan sarana pembelajaran bagi siswa dan santri tentang tanaman dan pemeliharaan lingkungan termasuk bercocok tanam organik dan hidroponik. Jadi baik santri maupun siswa tidak hanya belajar di ruang kelas tapi belajar di alam,” jelasnya. (Ai Karnengsih)



.png)







