Berita

Pemkab Garut Gunakan Pestisida Nabati untuk Cegah Serangan Hama Ulat

×

Pemkab Garut Gunakan Pestisida Nabati untuk Cegah Serangan Hama Ulat

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman meninjau areal pertanian yang terdampak hama ulat di Panawuan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Minggu (8/9/2019). (Foto: Antara)

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut melakukan upaya penyemprotan pestisida nabati untuk mencegah serangan hama ulat agar tidak merusak tanaman padi di areal persawahan Kampung Panawuan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

“Dianjurkan menggunakan pestisida nabati, itu sudah disampaikan ke petani,” kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman usai meninjau tanaman padi yang terserang hama ulat di Panawuan, Garut, Minggu (8/9/2019).

Ia menuturkan, pihaknya menerima laporan dari petani terkait adanya serangan hama ulat yang merusak tanaman padi siap panen, sehingga petani mengalami kerugian akibat produksi padi menurun.

Baca Juga:   Mulai Hari Ini, Pemkab Garut Siap Salurkan BLT BBM untuk 236 Ribu Penerima

Keluhan petani itu, kata Helmi, sudah mendapatkan respons dari Dinas Pertanian Garut yang selanjutnya dilakukan upaya pencegahan dengan menyemprotkan obat anti hama termasuk secara alami yaitu menggunakan bebek.

“Serangan itu sebenarnya sudah ada laporan ke dinas, dan dinas sudah melakukan langkah antisipasi dengan memberikan penyuluhan. Ini (hama ulat) bisa diatasi dengan alami menggunakan bebek,” katanya.

Kepala Seksi Serealia Dinas Pertanian Garut, Endang Junaedi menambahkan jajarannya telah menyosialisasikan upaya penanganan hama ulat kepada kelompok tani di Panawuan.

Baca Juga:   BKSDA Jabar Lepas Tiga Ekor Kukang Jawa di Hutan Gunung Guntur

Upaya penyemprotan pestisida nabati, kata dia, dilakukan pada sore hari agar hama ulat yang seringkali muncul pada malam hari tidak merusak tanaman padi di daerah itu.

“Ulat menyerang pada malam hari sehingga petani kesulitan, penyemprotan harus dilakukan pada sore hari saat ulat muncul,” ujar Endang.

Upaya penyemprotan menggunakan pestisida kimia, menurut dia, tidak boleh dilakukan ke areal tanaman padi yang mau panen karena bisa berdampak buruk pada bulir padi.

Baca Juga:   Pascakebakaran, Pemkab Garut Akan Bangun Ulang Pasar Darurat di Leles

“Tidak menganjurkan karena akan membuat residu kimia, pestisida kimia untuk tanaman yang lebih muda,” kata Endang.

Sebelumnya, petani di Panawuan mengeluhkan serangan hama ulat yang merusak dahan padi hingga akhirnya padi berjatuhan ke tanah. Akibat hama itu petani mengalami kerugian materi dampak dari produksi gabah yang terjadi penurunan di musim panen saat ini. (Ant/Fj)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *