Berita

Ada 60 Ribu Rutilahu di Garut, Pemkab Hanya Mampu Perbaiki 3 Ribu Rumah Tiap Tahunnya

×

Ada 60 Ribu Rutilahu di Garut, Pemkab Hanya Mampu Perbaiki 3 Ribu Rumah Tiap Tahunnya

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman meletakan batu pertama pembangunan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) milik salah seorang warga di Desa/Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Senin (10/10/2022). (Foto: Yogi Budiman)

GOSIPGARUT.ID — Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyebutkan ada 60 ribuan rumah tidak layak huni (rutilahu) tersebar di Kabupaten Garut yang membutuhkan perbaikan bantuan dari pemerintah, sementara kemampuan pemerintah setiap tahun sebanyak tiga ribu rumah.

“Data yang saya terima terakhir itu sebanyak 60 ribuan (rutilahu), yang terselesaikan rata-rata tiga ribuan,” kata Helmi Budiman kepada wartawan, Kamis (5/1/2023).

Ia menuturkan jumlah rutilahu di Garut setiap tahunnya justru semakin bertambah banyak dengan kondisi ketidaklayakan rumah bermacam-macam, belum ditambah dengan rumah yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Baca Juga:   Pemkab Garut Mulai Berlakukan Larangan Delman Beroperasi di Jalur Mudik

“Rutilahu itu kita bantu malah makin banyak,” ujar Helmi.

Ia menyampaikan program penanggulangan rutilahu di Garut mendapatkan perhatian dari mulai pemerintah pusat melalui sejumlah kementerian, ada juga dari Pemerintah Provinsi Jabar, termasuk dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Selain itu, jelas Helmi, ada juga program rutilahu dari Pemerintah Kabupaten Garut dan juga dari sejumlah perusahaan swasta maupun pemerintah yang menyalurkan program CSRnya untuk perbaikan rumah.

“Untuk bantuan rutilahu itu ada dari pusat, provinsi, kabupaten, Baznas, dari CSR yang lain, tahun ini juga sama ada,” tutur dia.

Baca Juga:   Pemkab Garut Bebaskan Pajak Setiap Transaksi Pembayaran Hotel dan Restoran

Helmi menyampaikan khusus dari Pemkab Garut merealisasikan program rutilahu sebanyak 442 unit rumah atau untuk satu rumah satu desa di tahun 2023.

Bantuan rutilahu yang diberikan Pemkab Garut, kata dia, hanya dana stimulan sebesar Rp15 juta per rumah tahun anggaran 2022, dan di tahun anggaran 2023 naik menjadi Rp17 juta per rumah.

“Besarannya beda-beda dari pusat beda, provinsi beda, Kemensos beda, dari PUPR beda, dari kabupaten Rp15 juta kemarin, sekarang naik Rp17 juta,” kata Helmi.

Baca Juga:   Diresmikan Bupati Garut, Jembatan Gantung Cikaso Mudahkan Mobilitas Warga Antar Desa di Pameungpeuk

Ia berharap upaya menyelesaikan rutilahu di Garut dapat dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya, tapi juga pemerintah desa dan masyarakat untuk bergotong royong memperbaiki rumah warga miskin.

“Kami dengan desa, desa bagaimana kita pikirkan pemeliharaan, sebenarnya kan tanggung jawab daripada kepala keluarga, cuma ketika kepala keluarganya disebut miskin, nah ini kan yang kita bantu. Kalau mampu, ya sendiri,” katanya. (Ant)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *