GOSIPGARUT.ID — Kondisi jembatan darurat di Kampung Pelag, Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, dalam enam bulan terakhir menjadi sorotan dan dikeluhkan banyak pihak. Ketidakpastian penanganan pasca bencana banjir bandang, khususnya rehab jembatan itu, semakin memperburuk keadaan.
Bagi seorang wartawan di Garut, Nandang Setiawan, kondisi jembatan rusak itu memberi cerita tersendiri. Meski dirinya pernah menulis dan menyoroti kondisi Jembatan Pelag yang ambruk akibat diterjang banjir bandang, bukan berarti Nandang hapal betul titik-titik kerusakan jembatan itu sehingga ia harus terbebas dari resiko kecelakaan.
Nyatanya, pada Jum’at (29/4/2022), Nandang menjadi korban akibat rusaknya jembatan tersebut.
Sepulang melakukan reportase, wartawan salah satu media online ini terjatuh dan nyaris masuk ke dalam sungai bersama kendaraan roda duanya saat berusaha menghindari lubang di jembatan darurat tersebut.
“Terjatuh saat menghindari lubang. Akibatnya saya terluka di beberapa bagian kaki dan tangan, bahkan mengalami sesak nafas setelah terjatuh,” ujar dia.
Nandang sebelumnya pernah menulis kondisi infrastruktur jembatan darurat di Kampung Pelag pasca diterjang bencana banjir bandang. Di mana, penangannya seolah dibiarkan dan penentu kebijakan justru saling lempar tanggungjawab alih-alih segera memperbaiki jembatan itu.
Pengalaman yang sama juga disampaikan oleh warga sekitar Kampung Pelag. Kondisi jembatan darurat yang rusak itu pernah mengakibatkan pengendara ojeg hutan terperosok masuk jurang sedalam enam meter saat menghindari lubang.
Warga berharap kondisi jembatan darurat Pelag yang sering mengakibatkan pengendara terjatuh ini untuk segera diperbaiki. “Mohon untuk segera diperbaiki agar tidak ada lagi warga yang celaka (jatuh),” ucapnya. (Adam B)



.png)
















