GOSIPGARUT.ID — Bus Kramat Jati terguling di Jalan Raya By Pass Cicalengka-Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (06/2/2019) sekitar pukul 04.53 WIB. Akibat tergulingnya bus tersebut, sejumlah penumpang terjepit badan bus. Dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Informasi yang diperoleh dari Polres Bandung menyebutkan, korban tewas adalah Saimun bin Matbasri, (42 tahun), karyawan swasta, warga Sobokerto, Desa Giriwarno, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri.
Seorang lagi, seorang pria, dengan identitasnya belum diketahui.
Sementara Koordinator Humas SAR Bandung Joshua Banjarnahor melalui keterangan tertulisnya mengatakan, proses evakuasi korban masih berlangsung hingga berita ini diturunkan. Ia menjelaskan, lokasi kejadian berdekatan dengan RSUD Cikopo.
Tim yang melakukan evakuasi ialah dari PMI, Damkar Kabupaten Bandung. Mereka juga dibantu warga setempat. “Hingga pukul 06.00 WIB, sudah ada 18 orang korban yang berhasil dievakuasi. Total jumlah penumpang akan kami informasikan,” ujar Joshua.

Menurut dia, tim evakuasi masih terus berusaha mengevakuasi korban yang terjepit. Mereka juga memastikan di dalam bus tidak ada lagi penumpang yang tertinggal, dikarenakan posisi bus terbalik.
Dari informasi yang dikumpulkan, bus tersebut melaju dari arah Garut menuju ke arah Bandung.
Di lokasi kejadian sopir bus tak bisa mengendalikan kendaraan. Bus oleng ke kiri dan terjun bebas. Bus itu kemudian terjatuh dalam posisi terbalik. Dalam beberapa foto terlihat roda bus berada di atas.
Berdasarkan data tertulis yang diperoleh dari Polres Bandung kecelakaan tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia. Belasan lainnya mengalami luka ringan dan berat.
Berikut adalah daftar nama korban luka berat dan ringan:
1. Taufik Nurohman, 31 tahun, karyawan swasta alamat Dusun Gunung Nangka RT08/RW 06, Desa Gentasari, Kroya.
2. Sujianto S, 48 tahun, karyawan swasta, alamat Sukaraja, Kota Bandung.
3. Mujimin Azis, 63 tahun, wiraswasta, Jalan H. Anwar, Gang H. Fakih RT 01/RW 08, Kelurahan Cibuntu, Kota Bandung.
4. Dini Mardiani, 38 tahun, ibu rumahtangga, warga Kampung Pataruman RT 01/RW 11, Desa Sayang, Cianjur.
5. Achmad Aripin, 9 bulan, alamat Kampung Sabokerto RT 02/RW 06, Desa, Griwarno, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri.
6. Titik Hariyanti, 30 tahun, pedagang, alamat Kampung Sabokerto, RT 02/RW 06, Desa Griwarno, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri.
7. Abas Suharno, 67 tahun, pensiunan TNI AD, alamat Cilame Indah, RT 04/RW 20, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.
8. Tusinah, 37 tahun, ibu rumahtangga, alamat Ujungkulon RT 02/RW 05, Kelurahan Citaman, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
9. Suharni, 50 tahun, ibu rumahtangga, alamat Jalan Ciwangkagirang No. 208, RT 07/RW 10, Desa Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.
10. Heri Priatno, 43 tahun, wiraswasta, alamat Kampunh Pataruman RT 01/RW 11, Desa Sayang, Kabupaten Cianjur.
11. Suwahri, 50 tahun, pedagang, alamat Jalan H. Anwar, Gang H. Fakih, RT 01/RW 08, Kelurahan Cibuntu, Kota Bandung.
12. Aida, 10 tahun, pelajar, alamat Kampunh Pataruman, RT 01/RW 11, Desa Sayang, Kabupaten Cianjur.
(MD Sumarna)



.png)











