BeritaHeadline

Gubernur Ridwan Kamil Edukasi 20 Remaja Garut yang Terpapar Paham NII

×

Gubernur Ridwan Kamil Edukasi 20 Remaja Garut yang Terpapar Paham NII

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat mengedukasi nilai kebangsaan kepada warga Sukamentri yang terpapar paham NII di SDN Sukamentri 3-4-5, Desa Sukemantri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (11/12/2021).

GOSIPGARUT.ID — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan edukasi kebangsaan kepada 20 warga yang terpapar paham Negara Islam Indonesia (NII), di SDN Sukamentri 3-4-5 Garut, Desa Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu (11/12/2021).

“Saya tadi jadi guru di sebuah kelas kepada 20 orang yang terpapar faham NII,” kata Gubernur.

Dalam penataran itu, Ridwan Kamil menerangkan tentang pentingnya menghargai perbedaan dan melihat kebhinekaan sebagai rahmat bukan sebagai kebencian.

Baca Juga:   3.295 Guru Honorer di Garut Dilantik Jadi PPPK, Tintin Bertekad Akan Lebih Semangat Mengajar

“Pancasila adalah kesepakatan untuk membangun rumah Indonesia yang lestari,” ujarnya.

Remaja Desa Sukamentri terpapar paham radikalisme NII karena sejumlah faktor seperti pengetahuan agama minim, pendidikan, hingga persoalan ekonomi. Kang Emil — sapaan akrab Ridwan Kamil — mengatakan paham NII nyata adanya dan berbahaya bila banyak remaja yang terpapar.

“Itu nyata, oleh karena itu saya turun langsung jadi guru untuk mengembalikan mereka ke dalam paham ideologi Pancasila yang kuat,” tuturnya.

Baca Juga:   Resmi Bercerai, Ridwan Kamil dan Atalia Praratya Akhiri Pernikahan 29 Tahun Secara Baik-baik

Menurut Kang Emil, ideologi Pancasila apabila diganggu oleh perang pemikiran sayap kiri, khilafah, komunis, maupun paham menyimpang lainnya harus dilawan dengan pemberian pemahaman Pancasila mendalam secara bertahap. Terlebih pemahaman ideologi Pancasila ini diberikan kepada remaja.

“Jadi kalau diganggu perang pemikiran sayap kiri, khilafah atau komunis misalnya maka harus kita lawan,” ujar dia.

Oleh karenanya, Kang Emil ingin respons yang cepat mengembalikan ideologi Pancasila kepada warga yang terpapar. Ia berharap, setelah diberikan pemahaman, mereka akan menjadi pohon yang kuat dalam menaungi Pancasila.

Baca Juga:   1225 Mahasiswa Uniga akan Laksanakan KKN Tematik di 65 Desa di Garut

“Jangan sampai kita hanya jadi ‘pemadam kebakaran’, yang saat ada kejadian baru kita merespons, tapi kita menyemaikan bibit-bibit supaya mereka jadi pohon yang kuat dalam menaungi Pancasila,” kata Kang Emil. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *