Jawa Barat

Saat Libur Panjang Imlek, Mobilitas ASN Jabar Dibatasi

×

Saat Libur Panjang Imlek, Mobilitas ASN Jabar Dibatasi

Sebarkan artikel ini
ASN Pemkab Garut saat apel pagi gabungan, Senin (14/9/2020), di Lapang Setda Garut. (Foto: Deni Septyan)

GOSIPGARUT.ID — Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) dilarang berpergian ke luar daerah saat libur tahun baru Imlek 2572 Kongzili pada Jumat sampai Minggu (12 – 15/2/2021).

Pelarangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 30 / KS.02.02 /BKD
tentang pembatasan melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah bagi ASN di lingkungan Pemprov Jabar selama libur tahun baru Imlek 2572 Kongzili dalam masa pandemi Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan pelarangan tersebut bertujuan untuk menekan risiko penyebaran Covid-19.

“Kita tahu sendiri momen libur panjang selalu berdampak pada kenaikan terkonfirmasi positif Covid-19,” kata dia, Kamis (11/2/2021).

Baca Juga:   Polda Jabar Berkomitmen Akan Terus Memberantas Praktik Pinjol Ilegal

Selain itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) pun sudah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 04 tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah bagi ASN selama libur tahun baru Imlek 2572 Kongzili dalam masa pandemi Covid-19.

Selain melarang berpergian ke luar daerah, Setiawan mengimbau ASN di lingkungan Pemprov Jabar untuk mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. Apalagi, ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam penanganan Covid-19.

“Dalam konteks penanganan Covid-19, ASN ini harus turut menjaga situasi khususnya dalam memutus rantai Covid-19,” ucapnya.

Baca Juga:   ASN Jabar akan Dapat Tambahan Gaji dan Tunjangan pada Mei 2019

Setiawan menyatakan, kepala perangkat daerah diberi tugas untuk mengawasi penerapan larangan tersebut. ASN yang kedapatan melanggar akan menerima sanksi.

“Apabila ASN melanggar, pimpinan masing-masing bisa memberikan sanksi. Dari yang paling ringan sampai berat,” tuturnya.

Masyarakat Jabar juga diimbau untuk merayakan Imlek secara daring dengan tetap berada di rumah. Menurut Setiawan, jika ada keperluan mendesak untuk keluar rumah, masyarakat diwajibkan menerapkan protokol kesehatan 5M dengan ketat.

“Dengan imbauan-imbauan dari pemerintah, masyarakat harus paham bahwa Covid-19 masih belum usai. Jika kita lengah, kasus positif Covid-19 dapat meningkat,” katanya.

Baca Juga:   Penduduk Miskin Jabar Turun 0,38 Persen, Kondisi Ekonomi Makro Faktor Pemicunya

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jabar Ade Afriandi mengatakan, pihaknya akan melibatkan Satuan Pelindungan Masyarakat (Satlinmas) di level desa/kelurahan untuk turut mengawasi mobilitas masyarakat saat libur tahun baru Imlek.

“Satlinmas akan kita libatkan. Mereka akan mengawasi mobilitas masyarakat yang masuk dan keluar dari lingkungannya,” ujarnya.

Ade berharap dengan keterlibatan Satlinmas, mobilitas masyarakat dapat ditekan supaya libur panjang kali ini tidak berdampak pada kenaikan kasus Covid-19. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *