GOSIPGARUT.ID — Usai mengunjungi korban bencana alam di Kecamatan Talegong, Bupati Garut Rudy Gunawan melanjutkan kunjungannya ke Desa/Kecamatan Cisewu, untuk menemui korban terdampak ambruknya tebing setinggi 500 meter di Kampung Cigentur, Desa Cisewu.
Bupati bersama rombongan, termasuk anggota Fraksi PDIP DPRD Garut Yudha Puja Turnawan, tiba di tempat pengungsian yang berada di GOR (Gedung Olahraga) Desa Cisewu, Sabtu malam (5/12/2020), pukul 21.30 WIB.
Dalam kunjungan ini, Bupati menyatakan keprihatinannya melihat para pengungsi yang masih tidur menggunakan alas seadanya. Upaya untuk menangani hal tersebut, Bupati memberikan 36 kasur untuk para pengungsi agar bisa tidur dengan nyaman di lokasi pengungsian.
Hal yang sama juga dilakukan Yudha Puja Turnawan, bahkan Ketua DPC PDIP ini juga memberikan sembako dan uang kepada para pengungsi, baik yang ada di GOR Desa Cisewu maupun di Madrasah Ibtidaiyah Anur.
Rudy berterimakasih kepada masyarakat yang sudah bergotong royong dalam menghadapi bencana alam. Selain itu, ia akan melakukan langkah-langkah konkret lainnya dalam penanganan bencana alam khususnya di Cisewu.
“Saya terimakasih kepada masyarakat yang sudah bergotong royong luar biasa, kami dari BPBD (Badan Penanggulangan Becana Daerah) hari ini mengirimkan kasur, supaya saya menginginkan semuanya tidur di kasur, sementara kita melakukan langkah-langkah konkret lainnya,” ucap Rudy.
Ia menuturkan, pemberian kasur ini bermaksud agar pengungsi yang sudah lanjut usia bisa terlayani dengan baik. “Kasur sedang menuju ke sini supaya nanti terutama orang-orang tua bisa dilayani dengan baik. Posko untuk makanan sudah tersedia, malam ini Kadinsos (Kepala Dinas Sosial) menuju lagi ke sini untuk memperkuat posisi material yang akan dipasang,” lanjut Rudy.
Bupati berharap, protokol kesehatan tetap diterapkan mengingat masa pandemi Covid-19 masih belum berakhir. “Terimakasih semoga mereka sabar, Allah memberikan pertolongan kepada kita, dan di masa pandemi ini tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Rudy.
Adapun jumlah pengungsi tercatat ada 245 kepala keluarga (KK) dengan 676 jiwa yang terdiri dari 4 lokasi pengungsian di antaranya:
104 KK (280 jiwa) dievakuasi ke Gedung Madrasah Ibtidaiyah An-nur Cigentur, 111 KK (316 jiwa) dievakuasi ke GOR Desa Cisewu, 18 KK (44 jiwa) dievakuasi ke RA Al Fajar Cisamak, dan 12 KK (36 jiwa) dievakuasi ke rumah Kades Pamalayan. (Yan AS)



.png)











