Budaya

Mahasiswa Garut Sosialisasikan Tiga Gerakan Bebas Gempa pada Siswa SD

×

Mahasiswa Garut Sosialisasikan Tiga Gerakan Bebas Gempa pada Siswa SD

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Garut sosialisasikan Tiga Gerakan Bebas Gempa kepada siswa Madrasah Iftidaiyyah (MI) Arrochman, Rabu 16 Januari 2019. (Foto: Antara)

GOSIPGARUT.ID — Mahasiswa Universitas Garut menyosialisasikan “Tiga Gerakan Bebas Gempa” kepada pelajar sekolah dasar (SD) di Desa Cintaasih, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Rabu (16/1/2019).

Juru bicara mahasiswa penyelenggara mitigasi bencana, Hakim Ghani menjelaskan ada tiga hal yang harus dilakukan orang ketika berada di gedung saat terjadi gempa.

Pertama, berlindung di bawah meja yang kuat agar nanti tidak tertimpa reruntuhan material bangunan.

Langkah kedua, kata dia, berlari keluar gedung ketika sudah tidak merasakan guncangan gempa. Ketiga, berkumpul di lapang terbuka atau jauh dari bangunan.

Baca Juga:   Sejumlah Mahasiswa Garut Gelar Aksi Tolak RUU Pertanahan

“Kita berikan pemahaman agar para pelajar berkumpul di lokasi yang terbuka dan jauh dari gedung tinggi ketika terjadi gempa,” katanya.

Hakim mengatakan, sosialisasi tersebut penting diberikan agar anak usia dini paham dan sadar akan bahaya bencana alam.

Ia menjelaskan sosialisasi tersebut bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sesuai dengan tema yang diarahkan oleh akademik Universitas Garut terkait persoalan masyarakat yakni tentang ancaman bencana alam di Garut.

Baca Juga:   Jejak Sejarah Pameungpeuk: Dari Bendungan Legendaris hingga Pelabuhan Impian Kolonial

“Kita berbagi sedikit ilmu tentang mitigasi bencana, apa saja yang harus dilakukan, harus bagaimana ketika ada bencana, kami berikan pemahamannya,” kata Hakim.

Dia mengatakan, para mahasiswa KKN yang bertugas di Desa Cintaasih itu memberikan pelatihan tentang ilmu mitigasi bencana kepada ratusan pelajar SD di Madrasah Iftidaiyyah (MI) Arrochman.

Sebelumnya, kata Hakim, para mahasiswa telah belajar tentang dasar penyelamatan diri dalam situasi kejadian bencana, seperti tindakan awal ketika terjadi bencana alam gempa bumi.

Ia menambahkan, kegiatan mitigasi bencana itu agar masyarakat siap menghadapi ancaman bencana alam yang suatu saat bisa terjadi tanpa diprediksi sebelumnya.

Baca Juga:   Diguyur Hujan Intensitas Tinggi, Desa Cisarua dan Parakan di Samarang Diterjang Longsor

Apalagi wilayah Garut, kata dia, daerah rawan bencana alam, bahkan beberapa hari kebelakang sudah dilanda gempa bumi dan tanah longsor.

“Untuk itu kita berharap para pelajar dapat memahami cara menghindar dari bencana dan menjelaskan kembali ilmu ini kepada keluarganya,” kata Hakim. (Ant/Yus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *