GOSIPGARUT.ID — Masih terdapat sekira 1.300 blank spot atau titik kosong yang tidak dapat terjangkau internet di sejumlah daerah di Jawa Barat. Wilayah tersebut mayoritas berada di pelosok Jabar Selatan.
“Kalau di daerah utara tidak ada masalah jaringan, tapi di Jabar Selatan ada. Mau itu Cianjur Selatan, Sukabumi Selatan, dan Garut Selatan,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi.
Dia mengatakan, blank spot tersebut kebanyakan berada di perkampungan yang terdapat di kawasan hutan. Sinyal seluler dan internet pun sulit dijangkau.
Hal ini mau tidak mau akan menganggu proses belajar mengajar daring saat pandemi Covid-19. Pihaknya pun akan berupaya memfasilitasi murid di daerah tersebut untuk dapat mengakses pendidikan secara luring (luar jaringan).
Pendidikan luring ini diakses dengan menggunakan modul. Para murid dapat berkumpul di satu tempat dan mengakses modul tersebut bersama-sama.
“Modul bukunya nanti dikirim lewat pos ke rumah masing-masing siswa,” kata Dedi.
Meskipun akses terhadap internet di Jabar belum merata, namun pihaknya tidak akan menjadikan hal tersebut penghambat pemerataan akses pendidikan. KBM selama Covid-19 harus tetap berlangsung.
“Pemerataan pendidikan itu masalahnya berbeda,” tuturnya. (AB)



.png)











