Berita

Fahmi Rahdini, Aparat Pertanian yang Setia Mengabdi di Empat Kecamatan Garut Selatan, Tutup Usia

×

Fahmi Rahdini, Aparat Pertanian yang Setia Mengabdi di Empat Kecamatan Garut Selatan, Tutup Usia

Sebarkan artikel ini
Jenazah Fahmi Rahdini di rumah duka.

GOSIPGARUT.ID — Dunia pertanian Garut Selatan kehilangan salah satu sosok terbaiknya. Fahmi Rahdini (47), aparat pertanian yang dikenal ramah, berdedikasi, dan religius, meninggal dunia pada Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 11.45 WIB di rumahnya di Kampung Citalahab, Desa Mekarjaya, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, setelah lama berjuang melawan sakit.

Kabar duka itu menyebar cepat melalui pesan WhatsApp. Sejumlah kerabat, rekan kerja, hingga para petani yang pernah dibinanya berbondong-bondong mendatangi rumah duka. Banyak yang mengaku kehilangan sosok yang tak hanya pekerja keras, tetapi juga menjadi tempat bertanya bagi para petani di wilayah selatan Garut.

Perjalanan karier Fahmi dimulai sejak 2004 sebagai tenaga honorer penyuluh pertanian di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Caringin. Ketekunannya membuat ia dipercaya menjadi Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat pada 2013, dengan jabatan Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT).

Baca Juga:   Mahasiswa Asal Bandung yang Hilang di Pantai Cikaso Ditemukan Tewas

Tugas pertama sebagai POPT dijalani di Kecamatan Cisewu, sebelum kemudian dipindahkan ke Kecamatan Talegong. Setelah itu, ia kembali bertugas di Cisewu, dan terakhir pada April 2025 diangkat menjadi PPPK sebagai POPT di Kecamatan Mekarmukti. Dalam rentang waktu tersebut, Fahmi tercatat telah mengabdi di empat kecamatan Garut Selatan, sebuah capaian yang menunjukkan totalitasnya sebagai aparat pertanian.

Puluhan Kilometer Ditempuh Setiap Hari

Dedikasi Fahmi makin terasa dari caranya menjalani tugas. Untuk mengabdi sebagai POPT di Cisewu dan Talegong, ia setiap hari menempuh perjalanan lebih dari 50 kilometer dari rumahnya di Bungbulang. Menggunakan sepeda motor, ia berangkat subuh atau pagi-pagi sekali demi mendampingi petani dan melakukan pengendalian hama tanaman di wilayah kerjanya.

Baca Juga:   Dua Warga Bangladesh di Garut Positif Covid-19, Keduanya Diminta Segera Diisolasi

“Pak Fahmi tidak pernah mengeluh, padahal perjalanannya jauh dan melelahkan. Kalau kemalaman, beliau sering menginap di kantor sendirian, meski dalam kondisi sakit,” ujar sejumlah kerabat mengenang sosoknya.

Baru pada 2025, setelah bertugas di Kecamatan Mekarmukti, jarak tempuh Fahmi menjadi lebih ringan, hanya sekitar 14 kilometer dari rumahnya. Namun kondisi kesehatannya justru semakin menurun. Ia beberapa kali keluar masuk rumah sakit sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Baca Juga:   Pangdam III/Siliwangi Resmikan "Maung Cold Storage" di Garut Selatan, Hadir Aktor Epy Kusnandar

Bagi banyak petani di Garut Selatan, Fahmi bukan sekadar aparat pertanian. Ia kerap menjadi tempat bertanya, berdiskusi, hingga mengurai berbagai persoalan pertanian, terutama terkait organisme pengganggu tanaman yang menjadi tugas utamanya sebagai POPT.

Kepergian Fahmi menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat dan rekan-rekan sesama aparat pertanian yang selama bertahun-tahun bekerja bersamanya.

Selamat jalan, Pak Fahmi. Jasa dan pengabdianmu untuk pertanian Garut Selatan akan selalu dikenang. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *