GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut Rudy Gunawan memastikan pelaksanaan seleksi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif akan dilaksanakan pada tahun anggaran perubahan.
“Untuk seleksi Sekda definitif kemungkinan pada anggaran perubahan, karena memerlukan biaya yang cukup besar,” ujar dia, Kamis (16/7/2020).
Menurut Rudy, anggaran untuk proses seleksi Sekda definitif diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Anggaran tersebut untuk memenuhi kebutuhan mulai dari rapat-rapat, Panitia Seleksi (Pansel) hingga pengumuman open biding.
“Tadinya saya ingin secepatnya, karena anggarannya belum ada. Jadi kita anggarkan dulu di perubahan,” terangnya.
Rudy mengakui pengisian jabatan Sekda definitif memang belum terlalu penting, karena saat ini ada penjabat Sekda yang kedudukannya sama dengan Sekda definitif.
“Sekarang ada Perpres yang mengatur tentang kedudukan Penjabat Sekda yang ada saat ini memiliki kewenangan yang full sama dengan kedudukan Sekda definitif,” ucapnya.
Mengenai tahapan seleksi Sekda, terang Rudy, saat ini belum dilakukan karena syarat izin dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) harus ada Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA). Sehingga jika belum ada anggarannya proses tersebut belum diizinkan.
“KASN tidak akan memberi izin kalau tidak ada anggaran (khusus untuk seleksi), lantaran dikhawatirkan menjadi pertanyaan terkait asal anggarannya, serta mencegah pendanaan dari sponsor atau dari pihak-pihak yang berpotensi memiliki kepentingan,” ujarnya.
Rudy mengatakan, dalam seleksi jabatan Sekda, pihaknya selain membuka kesempatan untuk para pejabat di Kabupaten Garut yang memenuhi syarat, juga akan mengundang para ASN dari luar Garut yang memenuhi syarat dan kompetensinya.
”Pansel akan mengundang dari pejabat di luar Kabupaten Garu (baik itu dari provinsi atau kementerian), karena di Kabupaten Garut terbatas, karena di Garut yang memenuhi syarat ada 6 atau 7 orang,” ujarnya. (Rmol)



.png)











