Berita

Mau Hilangkan Mental Miskin, Juju Julaeha Mundur dari Kepesertaan PKH

×

Mau Hilangkan Mental Miskin, Juju Julaeha Mundur dari Kepesertaan PKH

Sebarkan artikel ini
Juju Julaeha (tengah) mengundurkan diri dari kelompok penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) karena tak mau bermental miskin. (Foto: Ade Gunawan)

GOSIPGARUT.ID — Juju Julaeha belum termasuk warga yang sejahtera, rumahnya pun masih sederhana seperti dimiliki kebanyakan warga miskin lainnya di Desa Girimukti, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Tetapi, wanita berusia 40 tahun ini sangat anti pada mental miskin yang hanya bergantung pada bantuan pemerintah.

Warga Kampung Bera, Desa Girimukti, ini pun menyadari bahwa bantuan dari pemerintah tidak selalu permanen dan abadi. Suatu saat harus juga sirna, dan menuntut orang bersangkutan harus mandiri atau hidup di atas kaki sendiri tanpa ditopang pihak lain.

“Lagi pula masih banyak saudara lain yang jauh lebih miskin dari saya. Untuk itu, saya ikhlas untuk mengundurkan diri dari kepersertaan Program Keluarga Harapan (PKH), dan akan memilih hidup mandiri,” kata Juju, saat menyatakan kemunduran dirinya di depan pendamping sosial PKH Desa Girimukti, belum lama ini.

Baca Juga:   Petani Kampung Ciawitali, Ini Panen Terakhir di Lahan Tadah Hujan

Menurut dia, meski pada saat pandemi Covid-19 kebanyakan warga mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah, namun bagi dirinya bahwa mental miskin lah yang harus dihilangkan dari setiap pribadi warga yang selalu bergantung diri kepada pemerintah. Maka alasan itulah yang membuat dirinya berketetapan hati untuk graduasi mandiri (keluar dari kepesertaan PKH).

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan kepada keluarga kami, semoga ini menjadi berkah. Dari lubuk hati yang paling dalam, dan tanpa paksaan, saat ini saya Juju Julaeha menyatakan mengundurkan diri dari PKH,” ujar Juju.

Baca Juga:   Pemkab Garut Intensifkan Persiapan Revitalisasi Pasar Rakyat Cikajang Senilai Rp87 Miliar

Pendamping sosial PKH Desa Girimukti, Randi Hayatul Husna, menerima pengunduran diri Juju Julaeha dari kepesertaan PKH itu yang tertuang dalam surat pernyataan bermaterai. Ia menyatakan surat pengunduran diri tersebut akan segera dikirimkan ke Kementerian Sosial.

“Ibu Juju mengundurkan diri dengan keridhoannya sendiri, tanpa paksaan dari siapapun. Kami salut dengan kelegawaannya, meski kalau dilihat dari kondisi ekonominya Ibu Juju masih dikatagorikan layak sebagai peserta PKH. Harapan kami banyak lagi warga yang mau mengundurkan diri seperti Ibu Juju,” katanya. (Ade Gunawan)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *