GOSIPGARUT.ID — Pandemi Covid-19 yang sedang mewabah tampaknya tidak berpengaruh pada sejumlah pelajar kelas 12 SMA dan SMK di Kabupaten Garut, yang pada Sabtu (02/05/2020) telah diumumkan kelulusannya melalui online.
Pada Senin (04/05/2020), tampak puluhan pelajar salah satu SMK di Kecamatan Tarogong Kaler melakukan konvoi ke daerah Batu Tumpang di Kecamatan Cikajang. Dalam konvoi tersebut mereka memakai pakaian seragam yang sebelumnya telah dicoret-coret.
Mereka berkonvoi dengan menggunakan sepeda motor yang digeber-geber sepanjang jalan.
Selain itu, beberapa pelajar di SMA di Kecamatan Bayongbong tampak juga melakukan konvoi ke kawasan menuju kawah Papandayan. Mereka juga telah mencoret-coret baju seragamnya dan melakukan konvoi dengan menggunakan sepeda motor.
Juju, salah seorang warga Kecamatan Bayongbong yang melihat konvoi para pelajar ini menyesalkan tindakan yang dilakukan beberapa pelajar kelas 12 tersebut.
“Para pelajar ini sepertinya tidak terlalu peduli dengan anjuran social dan fisical distancing yang dianjurkan oleh Pemkab Garut, di mana semua individu harus menahan diri untuk tidak keluar rumah kalau tidak terlalu penting. Sedangkan ini malah konvoi,” sesal dia.
Sementara itu di tempat lain, seorang tenaga pengajar di Kecamatan Wanaraja, Kusmiati, juga menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh sejumlah oknum pelajar tersebut.
“Saya dengan mata kepala sendiri, tadi sore melihat rombongan pelajar yang sepertinya pulang dari konvoi. Mereka beriringan menggunakan sepeda motor dengan seragam yang dicoret-coret. Saya jadi heran mereka ini merayakan apa? Apa yang harus dirayakan dari suasana seperti ini?” tanya dia. (Tim)



.png)






