Berita

Jalan Penghubung Dua Desa di Cisewu Terputus Akibat Longsor

×

Jalan Penghubung Dua Desa di Cisewu Terputus Akibat Longsor

Sebarkan artikel ini
Jalan yang menghubungkan Desa Girimukti dan Mekarsewu, Kecamatan Cisewu, terputus akibat longsor. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Jalan desa yang menghubungkan Desa Mekarsewu dengan Desa Girimukti, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, terputus akibat longsor yang terjadi pada Kamis (23/1/2020 lalu sehingga kendaraan baik roda dua maupun roda empat tidak bisa melewati jalan tersebut.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Camat Cisewu Hery, untuk normalnya kembali arus lalu lintas di jalan itu, terpaksa pihak pemerintah desa dan warga setempat membuat jalan baru di sebelas atas jalan yang putus akibat longsor.

“Sudah diupayakan membuka jalan baru yang tidak jauh dari lokasi longsor. Alhamdulillah, setelah dikerjakan pembuatan jalan baru, sekarang kendaraan roda dua (sepeda motor) sudah bisa lewat,” kata Hery, saat dikonfirmasi Sabtu (25/1/2020).

Baca Juga:   Wabup Garut Respons Video Intimidasi Warga Panggalih: Audit Desa Dilakukan, Kritik Harus Diterima

Ia menjelaskan, pada Kamis (23/1/2020) dari petang hingga malam, hujan deras mengguyur Desa Girimukti dan Mekarsewu sehingga mengakibatkan jalan yang menghubungkan kedua desa itu terputus.

“Jalan desa di Kampung Sawah Manjah RT 02 RW 02 Desa Girimukti itu terputus sekitar pukul 01.30 WIB. Selain jalan, jaringan listrik PLN di daerah tersebut juga terputus. Sebuah tiang listrik jalur TM terancam roboh,” terang Hery.

Baca Juga:   Balon Petahana Optimis Menangkan Pilihan Kepala Desa Panggalih

Ia menjelaskan, lebar longsoran mencapai sekitar tiga meter, dan panjang sepuluh meter. Jalan terancam longsor susulan sekitar 150 meter karena sudah ada retakan sekitar area. Ada juga lahan sawah di sekitar jalan yang tertimbun, dan tergerus sekitar  1,5 hektare. Kalau terjadi longsor susulan, sawah terancam terkena bisa lebih luas lagi, sekitar dua hektare.

Hery menyebutkan, kendati terdapat jalan alternatif atas kejadian tersebut, namun kondisinya hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, dan mesti melewati sungai yang jembatannya belum rampung dibangun. Sehingga terbilang cukup rawan kecelakaan bagi kendaraan yang melintas bila debit air sungai tersebut naik.

Baca Juga:   Awas! Salah Pilih Skincare Meningkatkan Risiko Kesehatan Kulit

“Sementara ini, kita bersama jajaran Forkopimcam, petugas PLN, dan masyarakat berusaha membersihkan material longsoran untuk membuat akses jalan agar bisa dilalui kendaraan roda dua,” ujar Hery. (IK)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *