Berita

Petani Milenial Asal Garut Sukses Jadi Penangkar Kentang Beromzet Miliaran Rupiah

×

Petani Milenial Asal Garut Sukses Jadi Penangkar Kentang Beromzet Miliaran Rupiah

Sebarkan artikel ini
Petani sekaligus pengusaha muda pertanian asal Garut, Muhammad Khudori. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Petani sekaligus pengusaha muda pertanian asal Garut, Muhammad Khudori, telah sukses menjadi salah satu penangkar kentang Indonesia dan berhasil membangun kemitraan kentang di berbagai daerah.

Dengan kegigihannya dalam mengembangkan usaha pembibitan benih kentang kini telah berkembang menjadi sebuah perusahaan yang diberi nama PT Horti Agro Makro (HAM) yang menghasilkan varietas benih sampai dengan produk olahan yang dikembangkan dari hulu sampai hilir, bahkan meraih omzet miliaran rupiah per bulannya.

Khudori menjelaskan, strategi yang diterapkan dalam perencanaan agroindustrinya sehingga mendapatkan omzet yang miliaran rupiah tersebut di antaranya dengan memperhatikan beberapa aspek.

Di antaranya yaitu: (1) aspek produksi, mempertimbangkan ketersediaan bahan baku terutama dari kuantitas, kualitas dan Kontinyuitas; (2) aspek pasar, mampu menyesuaikan dengan permintaan pasar yang berkembang secara dinamis; dan (3) aspek distribusi, memperhitungkan perkembangan pesaing atau produk substitusinya.

Baca Juga:   Barnas Adjidin Lepas 440 Calon Jemaah Haji Asal Garut: Harus Sabar, Tenang, dan Terus Berdoa

Kemudian (4) aspek teknologi, mampu berkembang mengikuti perkembangan teknologi yang lebih efisien; (6) aspek manajerial, yaitu sumberdaya manusia yang mampu menjalankan manajemen agroindustri secara efisien, dan terakhir adalah (7) aspek sosial, dengan mempertimbangkan pendayagunaan masyarakat serta sarana transfer teknologi.

Khudori menambahkan, PT HAM mempunyai tujuan utama dalam pengembangan industri benih, perkebunan kentang (inti), kemitraan kebun kentang (plasma), sampai pengolahan hasil melalui pabrik kentang.

“Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2010 dimulai dengan pembibitan benih kentang berkualitas, dan melakukan pembinaan ke petani kentang yang tujuan akhirnya untuk bahan baku industri kripik kentang, bahkan sebagai tempat rujukan perbenihan kentang di Indonesia dan sekarang sebagai pusat pelatihan (P4S),” ungkap dia.

Selain itu, Khudori menyatakan bahwa perusahaan yang dipimpinnya ini telah melisensi varietas kentang medians sejak tahun 2013. Planlet kentang medians ini kemudian didistribusikan ke daerah sekitar Garut, Dieng, hingga Riau.

Baca Juga:   Dibagi dalam Dua Kloter, 870 Calon Haji Asal Garut Siap Diberangkatkan

“Varietas Medians sendiri memiliki keunggulan warna yang cerah, mata tunas yang dangkal, dan tahan terhadap penyakit busuk daun. Mata tunas yang dangkal membuat medians sangat cocok digunakan untuk bahan baku kentang industri utamanya keripik kentang,” ujarnya.

Sejak Februari 2019 perusahaannya mampu memproduksi sebanyak 500 botol planlet setiap.

Di tengah kesibukannya sebagai Direktur PT Horti Agro Makro (HAM), Khudori pun sering menjadi pembicara di berbagai daerah sentra kentang di Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, NTB dan NTT. Selain itu Khudori pun tergabung dalam Tim perumus Pedomanan Perbenihan Kentsat Direktorat Jenderal Hortikultura dan Team Perumus Standar Operasional Perbenihan kentang Dirjen Hortikultura.

Khudori pun membina ratusan anak-anak muda di bidang pertanian yang nantinya akan dicetak menjadi petani muda milenial. “Semuanya berjumlah 200-an orang anak-anak muda yang saya bina, dan mereka akan menjadi petani pengusaha milenial,” tegasnya.

Baca Juga:   Tiga Pemuda Terluka dalam Tabrakan Frontal di Bayongbong, Sepeda Motor Tanpa Lampu Jadi Pemicu

Hal yang dilakukan Khudori ini selaras dengan program aksi BPPSDMP terkait dengan penumbuhan dan pengembangan petani muda milenial dan sesuai arahan menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Kepala Badan PPSDMP Kementan, Dedi Nuryamsi, mengapresiasi positif yang telah dilakukan Khudori dalam membina anak-muda calon petani milenial ini. “Lanjutkan terus, bahkan jangan hanya 200 tapi harus lebih banyak lagi,” tegas Dedi.

Ia menyatakan petani milenial adalah pilihan strategis untuk regenerasi dan meningkatkan produktivitas pertanian. (Mdk/Gun)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *