GOSIPGARUT.ID — Prestasi Tarung Derajat Kabupaten Garut di level nasional menarik perhatian daerah lain. Pengurus Cabang Tarung Derajat Kota Cirebon bahkan datang langsung ke Garut untuk mempelajari pola pembinaan atlet yang dinilai berhasil melahirkan sejumlah juara nasional.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam kegiatan latihan gabungan yang digelar di Gedung Pemuda Kabupaten Garut, Jumat (26/6/2026). Ratusan atlet dari Kabupaten Garut, Kota Cirebon, dan Kota Tasikmalaya mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Bersilaturahmi Membentuk Petarung yang Berkarakter dan Berprestasi”.
Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi, latihan gabungan dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan teknik bertarung, memperkuat mental, serta berbagi pengalaman antaratlet dan pelatih sebagai persiapan menghadapi berbagai kejuaraan.
Ketua Harian sekaligus Pelatih Nasional Tarung Derajat Garut, Dian Hadianto, mengatakan kehadiran rombongan dari Kota Cirebon menjadi bukti bahwa sistem pembinaan atlet di Garut mulai menjadi rujukan.
“Kota Cirebon datang ke sini untuk melihat dan ingin mencontoh prestasi-prestasi yang telah diperoleh Kabupaten Garut. Alhamdulillah, Garut sudah banyak menciptakan atlet-atlet juara di level nasional,” ujar Dian.
Menurut dia, keberhasilan itu tidak lepas dari konsistensi pembinaan yang selama ini dilakukan. Hasilnya terlihat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut, ketika tiga atlet asal Garut yang memperkuat kontingen Jawa Barat berhasil membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu.
“Di PON Aceh kemarin ada tiga atlet asal Garut yang tampil dan Alhamdulillah semuanya membawa pulang medali. Ini menjadi kebanggaan bagi kami,” katanya.
Saat ini, Tarung Derajat Garut membina sekitar 15 atlet secara berkelanjutan. Di sisi lain, sebanyak 17 atlet tengah dipersiapkan untuk berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.
Dian menjelaskan, 11 atlet akan turun pada nomor tarung yang terdiri atas enam atlet putra dan lima atlet putri. Sementara enam atlet lainnya akan tampil pada nomor seni gerak.
Ia juga menyoroti prestasi atlet Garut yang terus berlanjut di tingkat nasional. Salah satunya Ainun yang sukses mempertahankan performa dengan kembali meraih medali emas pada Kejuaraan PON Beladiri 2025 di Kudus setelah sebelumnya menjadi juara di PON Aceh-Sumut.
“Ainun menjadi salah satu atlet yang luar biasa. Selain meraih emas di PON Aceh, ia juga kembali meraih emas pada Kejuaraan PON Beladiri 2025 di Kudus. Insya Allah Ainun dan Liar akan kembali turun di FORPOP Bogor dan mudah-mudahan bisa memberikan hasil terbaik,” ungkapnya.
Menghadapi Porprov Jawa Barat, Dian memilih tidak membebani atlet dengan target muluk. Meski demikian, ia berharap pencapaian pada ajang sebelumnya dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan.
Pada Porprov Jawa Barat di Bekasi, Tarung Derajat Garut berhasil meraih empat medali emas, empat medali perak, dan satu medali perunggu.
“Saya tidak ingin terlalu banyak menjanjikan target. Yang terpenting kami akan berusaha memberikan yang terbaik. Mudah-mudahan tahun ini bisa mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi tersebut,” tuturnya.
Keberhasilan mencetak atlet berprestasi secara konsisten membuat Tarung Derajat Garut tidak hanya menjadi kekuatan di arena pertandingan, tetapi juga berkembang sebagai salah satu pusat pembinaan atlet di Jawa Barat. Latihan gabungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas atlet sekaligus menjaga tradisi prestasi menjelang Porprov Jawa Barat. (Yuyus)



.png)







