GOSIPGARUT.ID — Kebakaran hebat meratakan rumah bambu milik Emak Nonok (78) di Kampung Ngamplang, Desa Cibodas, Kecamatan Cikajang, Rabu, 2 September 2026, pukul 09.00 WIB. Insiden ini membongkar fakta getir: lansia penyandang disabilitas netra (low vision) yang hidup sebatang kara itu selama ini luput dari seluruh jaring pengaman sosial pemerintah.
Menanggapi tragedi tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut bergerak cepat menyisir lokasi pada Kamis, 3 September 2026. Menerjunkan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial dan Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos menyalurkan bantuan tanggap darurat sekaligus membongkar akar kerentanan korban.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, menegaskan bahwa penanganan cepat ini merupakan instruksi langsung untuk memastikan hadirnya negara di tengah musibah warga miskin ekstrem.
”Tim langsung bergerak ke lapangan. Dinas Sosial mewakili Bupati dan Pemkab Garut menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) berupa uang tunai Rp2,5 juta, paket permakanan, sandang, hingga bimbingan sosial,” kata Marlinda saat dihubungi melalui telepon, Kamis, 3 September 2026.
Tragedi Tungku dan Rumah Bambu
Petaka bermula saat hembusan angin dari tungku dapur menyambar tabung gas. Konstruksi rumah anyaman bambu yang kering membuat api berkobar cepat. Dalam hitungan menit, seluruh tempat bernaung Emak Nonok ludes. Tidak ada harta benda yang tersisa selain pakaian di badan dan sebuah termos.
Hasil asesmen Dinsos menunjukkan potret miris kehidupan Emak Nonok. Sebagai janda tanpa anak, ia bertahan hidup sehari-hari hanya mengandalkan belas kasih dan uluran tangan tetangga sekitar.
Luput dari DTKS dan BPJS
Pemeriksaan dokumen kependudukan mendapati temuan krusial: nama Emak Nonok tidak terdeteksi dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS/DTSEN). Akibat kemelut data ini, ia sama sekali belum pernah menerima kucuran bantuan sosial pusat—mulai dari PKH, Sembako, BLT Kesra, hingga BPNT.
Kartu BPJS PBI tanggungan APBN maupun APBD pun tidak ia miliki.
Merespons temuan tersebut, Dinsos Garut tak hanya memberi bantuan materiil di lokasi. Pihaknya berkoordinasi intensif dengan pemerintah desa untuk mendorong pembenahan data kependudukan Emak Nonok. Langkah ini diambil guna memastikan korban segera terdaftar dalam skema perlindungan sosial dan jaminan kesehatan nasional secara permanen. ***



.png)
















