GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Sosial (Dinsos) ikut bergotong royong merehabilitasi rumah milik Minawati yang kondisinya tidak layak huni di Kampung Cihalimun, Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu, Minggu (28/6/2026). Upaya tersebut melibatkan pilar-pilar sosial dan masyarakat sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan hunian yang lebih aman dan layak bagi warga.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, mengatakan Dinsos menerjunkan unsur pilar sosial yang terdiri atas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk mendukung proses rehabilitasi rumah tersebut.
Menurut Marlinda, keterlibatan pemerintah bersama masyarakat merupakan wujud kepedulian terhadap warga yang hidup dalam kondisi rentan. Rehabilitasi rumah dilakukan secara gotong royong agar Minawati dapat segera menempati rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman.
“Pada Minggu, 28 Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Sosial yang diwakili oleh pilar-pilar sosial, yaitu TKSK, Tagana, dan Pendamping PKH, turut hadir dalam kegiatan rehabilitasi rumah sederhana milik Ibu Minawati di Kampung Cihalimun, Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu,” jelas Marlinda.
Ia menjelaskan, kondisi rumah Minawati sebelumnya sudah tidak memenuhi standar kelayakan huni sehingga memerlukan penanganan bersama. Karena itu, pemerintah daerah menggandeng masyarakat setempat agar proses rehabilitasi dapat berlangsung lebih cepat melalui semangat gotong royong.
“Bersama masyarakat setempat, semangat gotong royong diwujudkan melalui rehabilitasi rumah guna menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Marlinda menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, pilar-pilar sosial, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Menurut dia, penanganan terhadap warga yang membutuhkan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan berbagai elemen.
“Kehadiran pemerintah, pilar-pilar sosial, serta masyarakat menjadi wujud nyata kolaborasi dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Melalui kepedulian dan kebersamaan, diharapkan masyarakat yang berada dalam kondisi rentan dapat memperoleh dukungan, perlindungan, serta kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih sejahtera,” tutur Marlinda. ***



.png)











