Olahraga

Dramatisasi Titik Putih di Adiwijaya: Garut Bungkam Karawang, Kunci Gelar Juara Kejurda Futsal Jabar

×

Dramatisasi Titik Putih di Adiwijaya: Garut Bungkam Karawang, Kunci Gelar Juara Kejurda Futsal Jabar

Sebarkan artikel ini
Tim futsal Kabupaten Garut foto bersama usai laga.

GOSIPGARUT.ID — Laga final Kejuaraan Daerah (Kejurda) Futsal Jawa Barat 2026 di Sarana Olahraga (SOR) Adiwijaya, Garut, Kamis sore, 27 Agustus 2026, menyajikan duel penuh tensi. Sempat diwarnai aksi saling rakit serangan hingga skor imbang 3-3 di waktu normal, tim futsal Kabupaten Garut akhirnya mengunci gelar juara setelah menumbangkan Kabupaten Karawang lewat drama adu penalti yang berakhir 8-7.

​Kemenangan ini tak sekadar trofi biasa. Hasil manis di kandang sendiri tersebut sukses mengukuhkan dominasi Garut di panggung futsal Jawa Barat lewat raihan juara secara beruntun (back-to-back) pasca-edisi 2025. Lebih dari itu, Garut berhasil menuntaskan misi balas dendam setelah berkali-kali ditekuk Karawang pada laga-laga sebelumnya.

​Sebelum partai puncak bergulir, Karawang memegang rekor mentereng atas Garut. Dua kali laga uji coba di markas Karawang hingga pertemuan di babak penyisihan Kejurda 2026 seluruhnya berakhir dengan kekalahan Garut. Namun, mental baja anak-anak Garut membalikkan peta kekuatan di saat yang paling krusial.

Baca Juga:   Persib Kalah oleh Klub India dalam Turnamen Internasional Daring

​Ketua Tim Futsal Garut, Dadang Johar Arifin, mengungkapkan kunci kemenangan timnya terletak pada pembenahan mental dan ketenangan eksekusi. “Secara head-to-head kita pernah dikalahkan dua kali saat uji coba di Karawang, juga di penyisihan. Tapi saya yakin dan terus berdoa,” ujar Dadang usai laga.

​Dadang menekankan bahwa timnya telah diuji dalam situasi bertekanan tinggi sepanjang turnamen, termasuk skenario adu penalti. “Yang penting mereka tenang, tidak terobsesi dengan hal-hal yang mengganggu pikiran. Alhamdulillah, anak-anak cukup efektif dan akurat saat mengeksekusi penalti,” katanya.

Baca Juga:   Untuk Kali Kedua, Ato Hermanto Kembali Terpilih Ketua HDCI Garut

​Keberhasilan Garut mempertahankan takhta Juara Jabar ini sekaligus membuktikan tuah pembinaan atlet lokal. Skuad Garut dibangun tanpa mengimpor pemain luar daerah. “Kita murni produk Garut, latihan dari Garut, 100 persen tidak mendatangkan pemain dari luar,” tegas Dadang.

​Meski naik ke podium tertinggi, Dadang menyisipkan kritik tajam terkait pentingnya pemenuhan gizi dan fasilitas latihan bagi para atlet di daerah. Menurutnya, performa maksimal di lapangan berbanding lurus dengan kualitas asupan yang diterima pemain.

“Kalau anak ingin menang, jangan sekali-kali memberikan makanan seadanya. Bahan bakarnya harus bagus agar keluarnya otomatis bagus,” tuturnya.

Baca Juga:   Jabar Wajibkan Siswa SMA/SMK Memungut dan Memilah Sampah, Masuk Praktikum IPA Mulai Disiapkan

​Nada puas juga disampaikan Pelatih Kepala Budiman dan Manajer Tim Haji Yusup. Keduanya mendedikasikan trofi ini untuk jajaran pengurus dan masyarakat Garut yang menyokong persiapan tim—yang terbilang singkat—selama dua pekan terakhir.

​Dengan trofi Kejurda 2026 di tangan, Garut kini resmi mencatatkan gelar back-to-back sekaligus kian mendekati rekor Kota Bandung yang mengoleksi tiga gelar Kejurda. Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa pembinaan futsal berbasis talenta lokal Garut siap mencetak atlet-atlet yang mampu bersaing di level nasional. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *