GOSIPGARUT.ID — Sebuah video berisi seorang perempuan yang tengah ngamuk kepada seorang anggota TNI beredar luas di masyarakat. Dalam video, sang perempuan yang berambut pirang itu pun tampak tidak sedang menggunakan masker.
Dalam video, sang perempuan tampak memaki-maki petugas sambil berteriak. Anggota TNI yang dimaki-maki tampak tidak melawan sambil mengingatkan agar menggunakan masker. Dalam video itu sang ibu yang terlihat berambut pirang dan menggunakan sweater berwarna oranye itu terdengar mengacau. Ada beberapa kalimat yang terdengar jelas.
“Di dunia ini hanya satu Allah. Kamu jangan larang saya,” teriak wanita tersebut.
Di akhir video, seorang lelaki tampak turun dari motor dan berusaha menenangkan perempuan tersebut. Berdasarkan penelusuran, aksi perempuan tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut. Sedangkan anggota TNI yang sedang diamuk adalah Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang bertugas di Koramil Bungbulang.
Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol CZi Deni Iskandar membenarkan bahwa video yang sedang beredar itu terjadi di wilayah teritorialnya. Anggota TNI yang sedang diamuk sang perempuan pun merupakan anggotanya yang sedang bertugas melaksanakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Kecamatan Bungbulang.
“Jadi kronologisnya, tadi siang sekitar pukul 14.00 WIB, Satgas Covid-19 Kecamatan Bungbulang sedang melaksanakan PPKM. Pada saat kejadian ibu tersebut akan melintasi jalan Rajawali yang sedang ditutup atas perintah bapak Bupati karena di salah satu pesantren banyak yang terpapar Covid-19,” ujarnya, Jumat (22/1/2021).
Perempuan itu, disebut Dandim, saat melintasi jalan menggunakan motor berusaha menerobos namun segera diingatkan Babinsa agar balik kanan dan mencari jalan lain.
“Namun tidak lama setelah diingatkan, ibu-ibu itu kembali lagi dan memaksa untuk menerobos ke jalan yang sedang ditutup itu. Babinsa saat itu langsung melarang dan juga menegur ibu-ibu tersebut agar menggunakan masker,” sebutnya.
Mendapat larangan itu, ibu-ibu itu turun dari motor lalu mengamuk. Tidak hanya itu saja, ibu-ibu itu pun berusaha merebut masker yang sedang digunakan oleh Babinsa. “Anggota saya ‘teu saruana’, jadi ya udah kita ingatkan saja lalu akhirnya dibawa oleh yang ngebonceng,” ucapnya.
Tidak lama setelah perempuan itu pulang, lanjut Dandim, pihaknya menerima informasi tentang ibu-ibu yang mengamuk itu. “Informasi dari dr Yayan dari Puskesmas Bungbulang, ibu-ibu tersebut adalah pasien ODGJ (orang dengan gangguan jiwa),” tutup Dandim. (Mrdk)



.png)











