Berita

Kritik Pungli di Santolo–Sayangheulang, Dedi Kurniawan: Saatnya Hentikan Saling Menyalahkan dan Benahi Tata Kelola Wisata

×

Kritik Pungli di Santolo–Sayangheulang, Dedi Kurniawan: Saatnya Hentikan Saling Menyalahkan dan Benahi Tata Kelola Wisata

Sebarkan artikel ini
Dedi Kurniawan, tokoh Garut Selatan.

GOSIPGARUT.ID — Tokoh muda Garut Selatan, Dedi Kurniawan, melontarkan kritik tajam terkait maraknya dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan wisata Pantai Santolo dan Sayangheulang. Ia menilai persoalan tersebut terus berulang tanpa penanganan yang sistematis dari para pemangku kepentingan.

Pernyataan itu disampaikan Dedi pada Senin (30/3/2026), merespons pernyataan Wakil Bupati Garut Putri Karlina yang sebelumnya menyinggung batas kewenangan dalam menangani persoalan di lapangan.

Menurut Dedi, praktik pungli di kawasan wisata Garut Selatan bukan fenomena baru. Ia menyoroti minimnya langkah mitigasi dan deteksi dini, sehingga persoalan yang sama terus muncul setiap tahun.

“Ini bukan soal mencari siapa yang salah. Yang dibutuhkan saat ini adalah penegakan hukum yang jelas dan perbaikan manajemen pengelolaan wisata secara menyeluruh,” ujar anggota DPRD Garut periode 2014-2019 itu.

Baca Juga:   Baznas Garut Salurkan Bantuan Bibit Ikan bagi 16 Kelompok Tani Sariban

Ia juga menegaskan bahwa polemik yang berkembang tidak seharusnya diarahkan pada upaya menyudutkan pihak tertentu, termasuk kepala daerah. Menurut Dedi, fokus utama harus diarahkan pada solusi konkret dan pembenahan sistem.

Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang kolaboratif dalam mengelola sektor pariwisata. Dedi menyebut penanganan persoalan di lapangan tidak bisa dilakukan secara parsial atau oleh satu pihak saja.

“Semua elemen harus bergerak sesuai tugas dan fungsi, mulai dari karang taruna desa, kepala desa, UPT pariwisata, camat, kepolisian, hingga dinas terkait. Kepala daerah berperan sebagai pengarah dan pengorkestrasi, bukan bekerja sendiri,” katanya.

Baca Juga:   Layani Masyarakat, Desa Panggalih Rogoh DD Rp210 Juta untuk Beli Mobil Siaga

Dedi juga mengingatkan bahwa gaya kepemimpinan yang reaktif tanpa perencanaan matang justru berpotensi memperkeruh situasi. Ia menilai seorang pemimpin harus mampu menyerap berbagai masukan sebelum mengambil keputusan strategis.

Lebih jauh, Dedi menyoroti urgensi pembenahan sektor pariwisata Garut Selatan, terutama pada aspek infrastruktur, fasilitas umum, dan pembentukan karakter masyarakat wisata. Ia mengingatkan bahwa jika persoalan ini dibiarkan, potensi konflik sosial bisa meningkat.

“Potensi wisata alam Garut Selatan adalah aset besar yang tidak ternilai. Jika dikelola dengan baik, sektor ini bisa menjadi sumber ekonomi bagi banyak pihak, mulai dari transportasi wisata, hotel, restoran, jasa wisata, hingga pelaku UMKM,” ucap Dedi.

Baca Juga:   Skor Kapasitas Daerah Garut Selatan Tembus 448.8, Dedi Kurniawan: Sangat Layak Dimekarkan

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan merawat potensi wisata tersebut agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Wisata harus menjadi berkah bersama, bukan justru menimbulkan persoalan yang berulang,” kata Dedi. ***

Yanti
previous arrow
next arrow

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
BGN 1
previous arrow
next arrow
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *