GOSIPGARUT.ID — Status siaga bencana di Kabupaten Garut diperpanjang hingga bulan Maret 2021 mendatang. Pasalnya, hingga saat ini intensitas hujan di Garut masih tinggi. Perpanjangan masa siaga bencana tersebut dilakukan untuk seluruh kecamatan.
Dilaporkan, alam beberapa hari terakhir sejumlah bencana alam terjadi di beberapa tempat di Kabupaten Garut, di mana rumah maupun badan jalan tertimbun tanah longsor.
“Bukan hanya di Garut Selatan, tetapi seluruh kecamatan di Garut siaga bencana hingga tahun depan,” ujar Bupati Garut, Rudy Gunawan, Rabu (16/12/2020).
Sebelumnya, bencana alam tanah longsor di Kecamatan Talegong dan Cisewu berdampak terhadap ratusan kepala keluarga (KK) terpaksa diungsikan agar tak jatuh korban jiwa.
“Jadi kondisi alam Garut Selatan berbukit, saat musim hujan rawan bencana tanah longsor,” ungkap Rudy.
Sementara pada Selasa (15/12/2020) bencana alam tanah longsor terjadi di Kecamatan Garut Kota. Satu rumah hancur dan 9 lainnya terdampak longsor, di mana para penghuni terpaksa diungsikan.
“Jumlah kecamatan ada 42, seluruhnya merupakan daerah bencana alam, baik longsor maupun bencan alam lain,” kata Rudy. ***



.png)











