Kesehatan

Garut Genjot Penurunan Stunting, Pemkab Targetkan “Zero New Stunting” di 2025

×

Garut Genjot Penurunan Stunting, Pemkab Targetkan “Zero New Stunting” di 2025

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Penanganan stunting.

GOSIPGARUT.ID — Tren penurunan kasus stunting di Kabupaten Garut kembali menjadi sorotan setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut memaparkan berbagai upaya yang tengah dan terus dilakukan untuk menekan angka kekerdilan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Garut, Yayan Waryana, Kamis (4/12/2025), mengingatkan bahwa Garut sempat berada dalam kondisi mengkhawatirkan pada 2021. Saat itu, angka stunting di Garut mencapai 35,2%, tertinggi se-Jawa Barat.

“Alhamdulillah kita bersama dengan berbagai pihak melakukan intervensi spesifik dan sensitif, hingga muncul inovasi TOSS — Temukan, Obati, Sayangi Stunting,” ujar Yayan.

Intervensi berbasis data by name by address menjadi kunci keberhasilan. Balita yang berisiko langsung ditangani, diobati, dan didampingi. Hasilnya, angka stunting turun tajam menjadi 23,6% pada 2022.

Baca Juga:   November 2021, Cakupan Vaksinasi di Garut Ditargetkan 50 Persen

Meski pada 2023 kembali naik sedikit menjadi 24,1% berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), kabar baik datang dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Garut mencatat penurunan tertinggi se-Jawa Barat, yakni 9,9%, sehingga angka stunting kini berada di 14,2%.

“Garut kini berada di posisi keenam terendah dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Kita bertekad di 2025 turun lagi dari 14,2% menuju target nasional 14%,” ucap Yayan.

Angka tersebut bahkan berada di bawah rata-rata Jawa Barat (15,9%) dan rata-rata nasional (19,8%).

Baca Juga:   DPR RI Janji Perjuangkan Fasilitas Kesehatan Garut: RSUD dr. Slamet Harus Naik Kelas

Fokus 2025: Jangan Ada Bayi Baru Lahir Stunting

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut, Tri Cahyo Nugroho, dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa upaya menekan stunting harus dimulai sejak sebelum bayi lahir.

“Akar masalahnya dari ibu hamil yang kekurangan gizi. Jika ibunya kurang gizi, janinnya pun berisiko lahir stunting,” kata Tri Cahyo.

Ia menegaskan, target besar Pemkab Garut bukan hanya menurunkan angka stunting, tetapi mencapai “zero new stunting”.

“Kita ingin tidak ada bayi baru lahir yang stunting. Ketika berhasil mencegah sejak kehamilan, intervensi berikutnya akan jauh lebih ringan,” tegas Tri.

Ia mengajak seluruh orang tua, terutama ibu hamil, untuk benar-benar memperhatikan kecukupan gizi dari makanan sehari-hari, serta memastikan sanitasi lingkungan—terutama akses air bersih—terpenuhi.

Baca Juga:   Pemkab Garut Bersama RS Cicendo Gelar Operasi Katarak di Rancabuaya

Melalui pendekatan yang lebih terukur, berbasis data, serta fokus pada pencegahan sejak kehamilan, Garut kini menjadi salah satu daerah dengan progres penurunan stunting terbaik di Jawa Barat.

Dengan target nasional sudah di depan mata dan capaian 2024 menjadi modal kuat, Pemkab Garut berharap tren positif ini terus berlanjut sehingga tidak ada lagi bayi lahir dengan kondisi stunting pada 2025. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *