Kesehatan

RS Medina Jadi Percontohan Program Magang Nasional di Garut, Serap 63 Peserta dan Diminati Ratusan Pelamar

×

RS Medina Jadi Percontohan Program Magang Nasional di Garut, Serap 63 Peserta dan Diminati Ratusan Pelamar

Sebarkan artikel ini
RS Medina menjadi percontohan program magang nasional di Kabuparen Garut, menyerap 63 peserta dan diminati ratusan pelamar.

GOSIPGARUT.ID — Rumah Sakit Medina (PT Medika Medina Gunawan/MMG) kembali menjadi sorotan setelah tampil sebagai perusahaan pertama dan paling aktif di Kabupaten Garut yang terlibat dalam Program Magang Nasional Batch 2 yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan. Dengan menyerap 63 peserta magang, RS Medina kini menjadi role model pelibatan dunia usaha dalam upaya percepatan penyerapan tenaga kerja muda di daerah.

Antusiasme masyarakat pun sangat tinggi. Menurut data perusahaan, lebih dari 500 pelamar mendaftar untuk bisa magang di RS Medina, tidak hanya dari Garut, tetapi juga dari luar daerah. Bahkan peserta terjauh datang dari Ogan Komering Ilir, Palembang—Annisa Zhafira Ariyanda, mahasiswa Universitas Sriwijaya yang ditempatkan sebagai petugas Kesehatan Lingkungan (Kesling).

Komisaris PT MMG, Rudy Gunawan, menyebut langkah pemerintah meluncurkan Program Magang Nasional sebagai terobosan besar yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Ia menegaskan komitmen RS Medina untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam memperluas lapangan kerja.

Baca Juga:   Polisi Selidiki Mobil Tabrak Kerumunan Warga di Simpang Lima Garut

“Ini program hebat sekali dari Bapak Presiden. Banyak warga yang sekarang bingung di rumah, dan program ini sangat membantu. Supaya orang-orang Garut bisa kerja, dapat ada duit. Ekonomi bergerak. Laju pertumbuhan ekonomi daerah itu kalau ada duit, bisa naik,” ujar Rudy di RS Medina, Wanaraja, Kamis (27/11/2025).

Batch 3 Masih Dibuka, RS Medina Jadi yang Terdepan Melapor

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Garut, Muksin, menegaskan bahwa hingga saat ini, hanya RS Medina yang telah melaporkan partisipasinya secara resmi dalam Batch 2 di Garut. Hal ini menunjukkan komitmen nyata sektor kesehatan dalam mendukung Program Magang Nasional.

“Dari Garut baru RS Medina yang melaporkan partisipasinya. Dan mereka menyerap banyak peserta,” jelas Muksin.

Baca Juga:   Buron Selama Setahun, Pelaku Pencurian dan Pencabulan di Garut Ditangkap

Ia juga memaparkan bahwa pemerintah kini mulai mendorong institusi vertikal untuk ikut terlibat. Rumah Tahanan (Rutan) Garut telah menerima 60 peserta, disusul Balai Pemasyarakatan (Bapas). Pihaknya berharap instansi lain seperti Badan Pertanahan dan kantor pajak turut bergabung.

Pendaftaran Batch 3 sendiri masih dibuka hingga 3 Desember.

Selain fokus pada pembinaan, RS Medina memastikan seluruh peserta magang mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Garut, Sandi Gandara, menjelaskan bahwa seluruh peserta magang dalam program pemerintah secara otomatis terinklusi dalam jaminan sosial untuk melindungi mereka dari risiko kerja.

“Ketika ada risiko kecelakaan, itu tidak menjadi beban keluarga. Kalau sudah di-cover, ekonomi keluarga tidak terganggu,” ujar Sandi.

BPJS juga memperluas kerja sama dengan sekolah-sekolah agar siswa kelas 12 yang menjalani PKL dapat merasakan perlindungan serupa.

Baca Juga:   Jumlah ODP dan PDP Covid-19 di Kabupaten Garut Kembali Bertambah

Dengan besarnya minat pelamar dan tingginya daya serap peserta, RS Medina semakin mengukuhkan posisi sebagai lembaga kesehatan yang punya daya tarik tinggi bagi tenaga kerja muda. Fasilitas yang mumpuni, lingkungan kerja profesional, serta rekam jejak perusahaan dalam membuka kesempatan bagi masyarakat membuat RS Medina menjadi pilihan utama.

Program Magang Nasional Batch 2 dan 3 diharapkan membawa dampak positif terhadap penguatan kompetensi tenaga kerja muda sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan RS Medina berada di garis depan, Garut kini memiliki contoh konkret bagaimana kolaborasi dunia usaha dan pemerintah mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *