GOSIPGARUT.ID — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) kehilangan salah satu sosok terbaiknya. Direktur Utama Bank BJB, Yusuf Saadudin, meninggal dunia pada Jumat, 14 November 2025, sekitar pukul 00.29–00.30 WIB di Rumah Sakit Mayapada Bandung.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh jajaran manajemen Bank BJB. Yusuf, yang belum genap satu tahun memimpin bank kebanggaan masyarakat Jawa Barat dan Banten, menghembuskan napas terakhir setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Jenazah akan disemayamkan di rumah duka keluarga di Jalan Gamelan No 4, Kota Bandung. Doa mengalir dari seluruh insan Bank BJB agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Kami sangat kehilangan sosok pemimpin yang memberikan kontribusi luar biasa bagi pertumbuhan dan transformasi Bank BJB. Integritas, dedikasi, dan nilai-nilai yang beliau tanamkan akan menjadi warisan berharga,” ujar Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, Herfinia, dalam keterangan resmi.
Rekam Jejak Gemilang Sang Dirut
Pria kelahiran Bandung tahun 1973 itu bukan nama baru di tubuh Bank BJB. Kariernya dikenal moncer dan penuh dedikasi sejak awal bergabung.
2019–2021: Pemimpin Divisi KPR & KKB Bank BJB
2021–2024: Pemimpin Divisi Kredit Konsumer Bank BJB
Kemudian diangkat sebagai Direktur Konsumer dan Ritel, sebelum akhirnya menjabat sebagai Direktur Utama pada 2024
Fokus besar Yusuf pada pengembangan kredit konsumer menjadikannya salah satu arsitek penting dalam pertumbuhan segmen bisnis tersebut. Di bawah kepemimpinannya, Bank BJB memperkuat struktur permodalan, memperluas kemitraan strategis, serta mendorong modernisasi layanan digital.
Pemimpin Visioner yang Menggerakkan Transformasi
Di masa jabatannya sebagai Direktur Utama, Yusuf dikenal sebagai figur strategis yang membawa semangat percepatan bisnis serta penguatan tata kelola perusahaan. Ia dinilai memiliki karakter rendah hati, visi tajam, dan kepedulian besar terhadap pengembangan talenta serta budaya kerja unggul di lingkungan Bank BJB.
Manajemen, Dewan Komisaris, Direksi, hingga seluruh karyawan Bank BJB menyampaikan duka cita mendalam. Mereka menyebut Yusuf sebagai pemimpin dengan dedikasi tinggi dan kontribusi yang akan terus dikenang.
Yusuf meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Padjadjaran pada 1999. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister Hukum Ekonomi dan Bisnis di kampus yang sama pada 2015. Landasan akademik tersebut menjadi pijakan kuat dalam kepemimpinannya di industri perbankan.
Kepergian Yusuf Saadudin menjadi kehilangan besar bagi dunia perbankan regional maupun nasional. Bank bjb memastikan akan melanjutkan nilai-nilai dan arah transformasi yang telah diletakkan almarhum sebagai bagian dari warisan kepemimpinannya. ***



.png)











