Berita

Bupati Garut Ungkapkan Keprihatinan Adanya Penurunan Angka Masuk Sekolah

×

Bupati Garut Ungkapkan Keprihatinan Adanya Penurunan Angka Masuk Sekolah

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.

GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengungkapkan keprihatinannya atas adanya penurunan angka masuk sekolah saat melaksanakan Penandatanganan Komitmen Bersama Dukungan Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2025/2026, yang dilaksanakan di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (12/6/2025).

Hal itu, kata dia, menjadi catatan penting bagi pemerintahannya, dan harus segera dipecahkan jalan keluarnya sehingga tidak terjadi lagi pada tahun-tahun berikutnya.

“Saya sampaikan bahwa ada kecenderungan orang itu tidak melanjutkan sekolahnya. Ini yang harus kita pecahkan solusinya supaya tidak terjadi seperti itu lagi. Kami berharap dari tahun ke tahun tetap naik,” ucap Syakur.

Baca Juga:   Bupati Garut Serahkan SK Kepala Puskesmas, Ingatkan Disiplin ASN Jadi Kunci Mutu Layanan Kesehatan

Ia juga menyoroti pentingnya momen SPMB sebagai kesempatan untuk memotivasi anak-anak agar melanjutkan sekolah.

Syakur menyampaikan data terkait jumlah kelahiran di Garut, yang rata-rata melebihi 50 ribu jiwa per angkatan, sehingga fasilitas sekolah harus memadai. Ia membandingkan jumlah SD yang mencapai 1.600 satuan pendidikan dengan SMP yang hanya sekitar 400-an.

Syakur menegaskan bahwa ini adalah fakta di lapangan yang menuntut perhatian serius pemerintah dalam pembangunan bidang pendidikan.

Ia menekankan bahwa SPMB ini adalah kesempatan bagi pemerintah untuk menunjukkan keseriusannya. Tak hanya itu, Syakur juga menegaskan komitmen Pemkab Garut terhadap proses penerimaan siswa yang bersih dan akuntabel.

Baca Juga:   Viral, Kades di Garut Selatan Merasa Kecewa karena Bupati Syakur Amin Batal Datang ke Acara di Indralayang

“Jadi tidak ada praktik-praktik yang tidak semestinya dalam proses ini dalam sistem penerimaan siswa baru, jadi berjalan dengan transparan, adil, fair, kemudian juga objektif sehingga masyarakat merasa diperlakukan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ade Manadin, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB 2025 mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025. Regulasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Bupati Garut tentang Petunjuk Teknis SPMB Jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK di Kabupaten Garut Tahun Ajaran 2025-2026.

Ia merinci jumlah satuan pendidikan yang akan melaksanakan SPMB tahun 2025, yaitu untuk jenjang TK (PAUD formal dan nonformal) sebanyak 779 satuan pendidikan, jenjang SD sebanyak 1.541 satuan pendidikan, jenjang SMP sebanyak 422 satuan pendidikan, dan jenjang SMA sekitar 220 satuan pendidikan.

Baca Juga:   Bupati dan Wabup Garut Ber-Kopdar dengan Gubernur dan Wagub Jabar di Purwakarta

Adapun rencana daya tampung yang tersedia pada SPMB 2025 di antaranya jenjang TK PAUD formal sebanyak 26.325 peserta didik, jenjang SD sebanyak 63.681 peserta didik, jenjang SMP sebanyak 46.873 peserta didik, dan jenjang SMA sebanyak 50.125 peserta didik. Pelaksanaan SPMB ini mengacu pada empat kategori utama yaitu domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. (Nindi N)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *