GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut menyiapkan revitalisasi dan rekonstruksi sejumlah ruas jalan strategis yang menjadi akses utama kawasan pariwisata, baik di wilayah selatan maupun utara Garut. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan sektor wisata.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, mengatakan salah satu ruas prioritas yang direvitalisasi memiliki dampak signifikan terhadap waktu tempuh wisatawan, khususnya dari Bandung menuju kawasan pantai selatan Garut.
“Kalau sesuai konsep yang kita rencanakan sejak awal, itu bisa memangkas waktu perjalanan wisatawan dari Bandung ke wilayah selatan, seperti Rancabuaya dan Caringin, sekitar satu jam,” ujar Agus kepada wartawan, belum lama ini.
Selain jalur menuju Rancabuaya dan Caringin, Pemkab Garut juga mendorong penguatan akses ke sejumlah destinasi wisata unggulan lainnya. Di wilayah selatan, ruas jalan yang menjadi perhatian meliputi Bungbulang, Cijayana, jalur Pakenjeng, hingga Karangsari, yang sebagian besar merupakan akses langsung menuju kawasan pantai.
“Semua itu akses ke pantai selatan Garut. Kita fokuskan agar konektivitasnya semakin baik,” kata Agus.
Sementara itu, pengembangan akses wisata juga dilakukan di wilayah utara Garut. Beberapa kawasan yang masuk dalam rencana peningkatan infrastruktur jalan antara lain Limbangan, Margamukti, serta kawasan wisata alam Talaga Bodas.
Agus menjelaskan, dari total anggaran ratusan miliar rupiah yang diajukan, Dinas PUPR Garut telah menetapkan empat ruas jalan prioritas untuk sektor pariwisata. Keempat ruas tersebut telah diajukan dengan nilai anggaran yang bervariasi.
Ruas Pamegatan –Singajaya menjadi prioritas pertama dengan nilai anggaran sekitar Rp79 miliar. Disusul ruas Talegong–Selaawi sebesar Rp24 miliar. Selanjutnya, ruas Pamalayan–Cikarang–Cimahi di Kecamatan Caringin diajukan dengan anggaran sekitar Rp35 miliar. Adapun ruas Puncakhamerang–Coblosan diusulkan dengan nilai anggaran sekitar Rp30 miliar.
“Empat ruas itu menjadi prioritas utama karena menopang langsung akses ke kawasan wisata,” ujar Agus.
Ia berharap, dengan terealisasinya revitalisasi dan rekonstruksi jalan tersebut, kunjungan wisatawan ke Garut semakin meningkat dan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat di sekitar destinasi wisata. ***



.png)






















