GOSIPGARUT.ID — Deretan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut mencatatkan harta kekayaan fantastis dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Beberapa di antaranya bahkan mencapai puluhan miliar rupiah.
Berdasarkan data resmi yang diakses dari situs LHKPN KPK dan dilansir Perspektif.co.id, Sabtu (11/10/2025), anggota DPRD Garut dari berbagai partai politik ini melaporkan kekayaannya untuk periode tahun 2023–2024.
Menempati posisi teratas adalah E. Kustini Sukarno dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan total harta mencapai Rp21,3 miliar (termasuk hutang). Ia mewakili Dapil Samarang, Pasirwangi, Bayongbong, Cigedug, dan Cilawu.
Di posisi kedua, ada Asep Sake dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mencatatkan kekayaan Rp17,9 miliar. Politikus dari dapil selatan Garut itu (Pameungpeuk, Cibalong, Cikelet, Bungbulang, Mekarmukti, Pakenjeng, Pamulihan, Cisewu, Caringin, Talegong) menjadi satu dari sedikit legislator dengan harta mendekati Rp20 miliar.
Sementara posisi ketiga ditempati Imat Rohimat dari Partai Golkar dengan total harta Rp14,2 miliar. Disusul Muchtarul Wildan (PAN) sebesar Rp12 miliar, dan Intannia (PPP) yang melaporkan kekayaan Rp11,2 miliar.
Berikut daftar lengkap kekayaan anggota DPRD Garut sebagaimana tercantum dalam LHKPN KPK:
1. E. Kustini Sukarno – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) — Rp21,3 miliar
2. Asep Sake – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) — Rp17,9 miliar
3. Imat Rohimat – Partai Golkar — Rp14,2 miliar
4. Muchtarul Wildan – Partai Amanat Nasional (PAN) — Rp12,0 miliar
5. Intannia – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) — Rp11,2 miliar
6. Dila Nurul Fadilah – Partai Gerindra — Rp7,9 miliar
7. Aji Kurnia – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) — Rp5,6 miliar
8. Muhammad Nur Jamaluddin – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) — Rp5,3 miliar
9. Mira Lestari Fitriani – Partai Amanat Nasional (PAN) — Rp5,1 miliar
10. Putri Tantia – Partai Demokrat — Rp4,6 miliar
11. Hikmat Purjana – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) — Rp3,3 miliar
12. Dindin Mauludin – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) — Rp2,9 miliar
13. Rini Sri Rahayu – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) — Rp2,8 miliar
14. Erwin Hamdani – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) — Rp2,7 miliar
15. Mamat Rahmat – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) — Rp2,6 miliar
16. Agus Muhammad Sutarman – Partai Gerindra — Rp2,4 miliar
17. Riki Muhamad Sidik – Partai Demokrat — Rp2,2 miliar
18. Irfan Agustiana – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) — Rp2,1 miliar
19. Ayi Suryana – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) — Rp1,8 miliar
20. R. Mochamad Romli – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) — Rp1,7 miliar
21. Subhan Fahmi – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) — Rp1,3 miliar
22. Aris Munandar – Partai Golkar — Rp1,0 miliar
Meski sebagian besar legislator Garut melaporkan kekayaannya di bawah Rp5 miliar, sejumlah nama dengan nilai puluhan miliar rupiah mencuri perhatian publik.
Kekayaan para anggota dewan tersebut terdiri dari berbagai komponen, seperti tanah dan bangunan, alat transportasi, harta bergerak lainnya, surat berharga, serta kas dan setara kas, dengan sebagian tercatat memiliki hutang pribadi.
Publik pun menyoroti disparitas besar antara kekayaan sejumlah anggota DPRD dengan kondisi ekonomi masyarakat di Kabupaten Garut. Namun demikian, laporan LHKPN ini menjadi langkah penting dalam upaya mewujudkan transparansi dan akuntabilitas penyelenggara negara. ***



.png)






