GOSIPGARUT.ID — Sebuah langkah konkret menuju pembangunan berkelanjutan dilakukan di Kabupaten Garut. Pondok Pesantren Darurohman di Kecamatan Sukaresmi kini resmi menjadi lokasi percontohan program Infrastruktur Hijau yang digagas Komisi XII DPR RI bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI dan Pemerintah Kabupaten Garut.
Program tersebut tidak hanya menandai komitmen pemerintah terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga menghadirkan inovasi ramah lingkungan di lembaga pendidikan berbasis pesantren.
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian pemerintah pusat dan DPR RI yang menyalurkan program pro-lingkungan hingga ke pelosok daerah.
“Program ini bukan hanya bantuan, tapi bentuk kasih sayang kepada masyarakat. Ada penerangan jalan, ada IPAL domestik, semua demi kenyamanan warga Sukaresmi,” ujar Putri.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Garut siap menjadi mitra aktif dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada rakyat dan lingkungan.
“Kami akan terus mengawal aspirasi masyarakat agar bisa dibantu provinsi maupun pusat,” tambahnya.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon, menegaskan bahwa pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPAL Domestik) merupakan solusi nyata menghadapi ancaman pencemaran tanah dan air akibat limbah rumah tangga.
“Banyak pencemaran terjadi karena perilaku sehari-hari, seperti penggunaan sabun atau deterjen yang tidak diolah. Karena itu, kami hadir dengan solusi,” jelas Dony.
Ia menuturkan, Kabupaten Garut menjadi salah satu daerah terpilih yang menerima pembangunan IPAL Domestik tahun 2025. Lokasinya tepat di Pondok Pesantren Darurohman, yang diharapkan dapat menjadi pusat edukasi lingkungan berbasis santri.
Selain program IPAL, Dony juga menyoroti keberhasilan Komisi XII memperjuangkan berbagai program sosial, mulai dari Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) hingga Bantuan Tarif Dasar Listrik (BTBL) kWh gratis bagi warga kurang mampu.
“Meski anggaran pemerintah banyak dipangkas, perjuangan kami justru diperkuat untuk program kemasyarakatan seperti ini,” tegasnya.
Pesantren Hijau, Santri Peduli Alam
Pimpinan Pondok Pesantren Darurohman, Devid Abdul Hafidz, menyambut baik program tersebut. Ia menilai langkah ini bisa menjadi momentum bagi pesantren untuk berperan lebih dalam menjaga alam.
“Gunung Cikuray dan Papandayan kini mulai gundul, sumber mata air menipis. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga pesantren dan para santri untuk menjaga keseimbangan alam,” ujar Devid.
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran lingkungan sejak dini, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menekankan kebersihan dan tanggung jawab terhadap alam.
Dengan adanya kolaborasi lintas lembaga ini, Garut kini menapaki jalan menuju daerah yang lebih hijau dan berketahanan lingkungan. Pemerintah daerah berharap program ini menjadi model nasional pembangunan berkelanjutan berbasis pesantren, di mana nilai-nilai religius berpadu dengan inovasi teknologi ramah lingkungan.
“Kalau pesantren sudah peduli lingkungan, maka masa depan bumi akan lebih terjaga,” tutup Dony. ***



.png)















