GOSIPGARUT.ID — Jumlah kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) dugaan keracunan makanan di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, terus bertambah. Hingga Kamis (2/10/2023) pukul 16.00 WIB, total pasien yang terdampak mencapai 303 orang.
Data resmi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut mencatat, kasus mulai bermunculan sejak Selasa (30/9/2025). Pada hari itu terdapat 147 pasien, kemudian bertambah 139 pasien baru pada Rabu (1/10/2025), dan 14 pasien tambahan pada Kamis (2/10/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani, mengatakan sebagian besar pasien sudah diperbolehkan pulang. “Dari total 303 pasien, sebanyak 293 orang sudah pulang dalam kondisi baik, sementara 10 pasien masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan,” ujarnya dalam laporan resmi.
Rincian pasien yang masih dirawat, yakni 8 pasien di Puskesmas Leles, tidak ada pasien yang dirawat di Puskesmas Kadungora, serta 2 pasien lainnya di RSUD dr Slamet Garut.
Dinkes Garut memastikan penanganan terus dilakukan secara intensif, baik di tingkat puskesmas maupun rumah sakit rujukan. Hingga saat ini, tim kesehatan juga masih menelusuri penyebab utama dugaan keracunan massal tersebut.
Kasus KLB keracunan makanan di Garut ini menjadi sorotan, mengingat jumlah korban yang cukup besar dalam waktu singkat. Pemerintah daerah menegaskan akan terus memantau kondisi para pasien dan melakukan langkah-langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terulang. ***



.png)























