GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyingkap fakta mencengangkan soal kondisi ekonomi Kabupaten Garut. Dalam forum Silaturahmi dan Promosi Pariwisata Garut di Danau Bogor Raya, Kota Bogor, Minggu (28/9), ia menyebut Garut masih tercecer di peringkat bawah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat dan tertinggal jauh dalam pendapatan per kapita.
“PDRB per kapita Garut baru Rp29 juta. Sementara rata-rata Jawa Barat Rp56 juta, dan Indonesia Rp78 juta. Artinya, kita hanya separuhnya,” tegas Syakur.
Tak hanya soal IPM, Syakur juga menyoroti ironi di sektor pertanian. Garut menyumbang hampir separuh produksi jagung Jawa Barat, tetapi sebagian besar hanya dijual mentah. Jagung itu diolah jadi pakan ternak di luar daerah, lalu masuk kembali ke Garut dengan harga lebih tinggi.
“Akibatnya, harga daging ayam di Garut ikut melambung. Saya sampai ditegur Mendagri. Padahal solusinya sederhana, kalau saja ada pabrik pakan ternak di Garut,” ujarnya.
Syakur pun mengajak para investor agar membawa teknologi dan modal ke Garut, terutama di industri pakan ternak. Ia menekankan kebutuhan jagung bakal melonjak seiring program Makan Bergizi Gratis dari Presiden terpilih Prabowo Subianto yang mendorong konsumsi ayam pedaging dan telur.
“Kalau ada pabrik di Garut, rantai distribusi akan pendek. Jagung kita banyak, tinggal diolah di sini. Saya yakin Garut bisa keluar dari ketertinggalan,” tandasnya. ***



.png)











