GOSIPGARUT.ID — Bulan Agustus 2025 menjadi momen emas bagi SMAN 12 Garut. Bertepatan dengan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, sekolah yang berada di Kampung Pasiripis, Desa sekaligus Kecamatan Cisewu ini tampil gemilang di berbagai ajang kompetisi, baik akademik maupun non-akademik.
Sebanyak 12 siswa menyabet gelar juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten dan masuk nominasi OSN Provinsi. Tak berhenti di situ, SMAN 12 juga mengantongi juara 2 dan 3 lomba paduan suara PGRI Cabang Cisewu, juara 2 seni angklung pada HUT ke-25 Rasi FM, juara 2 pencak silat tingkat Kabupaten Garut, serta juara 3 turnamen futsal BHS Cup yang mempertemukan sekolah-sekolah se-Garut Selatan.
Prestasi SMAN 12 tidak hanya berhenti di bulan Agustus. Masih di tahun yang sama, sekolah ini juga meraih medali olimpiade biologi, menjadi finalis OSN tingkat Provinsi Jawa Barat, tampil di PASBARA tingkat Kabupaten Garut, melahirkan duta hukum dan HAM pelajar Jawa Barat, serta menorehkan nama di Pramuka Garuda tingkat Kabupaten Garut.
Bagian Humas SMAN 12 Garut, Gun gun Nugraha, menyebut capaian ini sebagai lompatan besar. “Tahun lalu kami juga juara, tapi tidak sebanyak sekarang,” ujarnya, Senin (25/8/2025). Sebagai perbandingan, tahun sebelumnya SMAN 12 hanya mengantongi juara 1 baca puisi berantai dan paduan suara PGRI Cabang Cisewu.
Strategi di Balik Prestasi
Gun gun menegaskan, kemenangan ini bukan kebetulan. SMAN 12 Garut mengembangkan sistem pembinaan terstruktur dan berkesinambungan yang menyentuh tiga pilar: akademik, non-akademik, dan pembentukan karakter. “Pembinaan kami selaras dengan visi dan misi sekolah. Setiap potensi siswa dipetakan agar bisa berkembang maksimal,” jelasnya.
Strategi tersebut, tambah Gun gun, mencakup identifikasi minat dan bakat sejak dini melalui observasi, tes, dan wawancara; Pengayaan akademik lewat kelas tambahan, klub mata pelajaran, dan bimbingan olimpiade; dan ekstrakurikuler beragam, dari seni, olahraga, teknologi, hingga jurnalistik.
“Kami juga melaksanakan pembelajaran berbasis proyek dan riset untuk mengasah kreativitas dan berpikir kritis; juga pembinaan mental juara, menanamkan disiplin, kerja keras, dan percaya diri,” tandas dia.
Gun gun memaparkan, tak hanya siswa, guru juga menjadi fokus pembinaan. Workshop, In House Training (IHT), supervisi akademik, mentoring antar-pengajar, menjadi rutinitas. Menariknya, ada tradisi yang memperkuat kekompakan: makan bersama seminggu sekali.
“Kami percaya ikatan emosional antar-guru penting. Dengan makan bersama, suasana jadi lebih cair dan kolaborasi semakin solid,” ujarnya.
Selain program pembinaan, SMAN 12 Garut menyiapkan fasilitas belajar lengkap, dukungan pelatih profesional, dan kerja sama dengan orang tua, alumni, serta mitra eksternal. Evaluasi dilakukan berkala, disertai pemberian penghargaan kepada siswa dan guru berprestasi. “Apresiasi itu penting. Kami ingin setiap capaian menjadi inspirasi bagi yang lain,” tegas Gun gun.
Dengan pola ini, SMAN 12 Garut menatap masa depan dengan percaya diri. “Kami tidak akan berhenti di tingkat kabupaten. Target kami, sampai nasional,” pungkasnya. ***



.png)











